eko indra eko indra Author
Title: TIPS & TRIK LULUS UJIAN PPDS
Author: eko indra
Rating 5 of 5 Des:
Salah satu mimpi setiap dokter adalah menjadi seorang dokter spesialis. Namun realitas berbicara bahwa kuota yang disediakan oleh sarana ...

Salah satu mimpi setiap dokter adalah menjadi seorang dokter spesialis. Namun realitas berbicara bahwa kuota yang disediakan oleh sarana pendidikan di Indonesia tetap saja belum berpihak terhadap percepatan pemenuhan sumber daya manusia tenaga dokter khususnya. Salah siapa? sistemkah?

Minimnya kuota penerimaan program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di negeri ini, mengharuskan setiap kita yang berminat mengejar mimpi secara bersamaan mengajukan diri untuk mengikuti tes masuk PPDS. Alhasil, tidak sedikit yang belum bisa berkesempatan menjadi seorang residen/ peserta PPDS-red. 

Sudah lama ingin berbagi tentang hal ini, namun waktulah yang berkuasa menentukan haknya bahwa inilah saatnya. Lewati satu semester, aku ingin saja berbagi kepada kita semua mengenai tips dan trik lulus ujian PPDS. Berikut uraiannya :

1. Bulatkan tekad 
Menjadi seorang residen adalah perkara yang sangat berat, kelihatannya saja enak menjadi seorang spesialis, ternyata perjalanannya bagitu penuh pengobanan. Jadi sebelum kita memutuskan untuk melanjutkan studi, pahami betul bahwa dunia yang akan kita hadapi berbeda sepenuhnya dengan yang kita nikmati saat ini. meninggalkan zona nyaman, keluarga, kerabat dan sahabat, semua. Kita akan hidup dibalik tembok jeruji rumah sakit dalam kungkungan aktivitas dan rutinitas tanpa batas... hehe agak berlebihan terdengar, but its true... gak tidur berhari-hari adalah hal yang biasa dihadapi. 
Masih siap? silahkan baca point selanjutnya....

2. Persiapan teknis dan non teknis
Keberhasilan dalam proses seleksi amat ditentukan oleh persiapan kita jauh sebelum tes berlangsung. Percaya atau tidak, banyak diantara retaker calon peserta PPDS sampai berkali-kali mencoba namun tidak lolos. Hal ini karena kurangnya persiapan, diantaranya  :
  • Informasi tentang detail tes yang akan dihadapi seperti tes akademik, TOEFL, psikiatri dan wawancara, kesehatan : pemeriksaan darah, EKG, Mata, serta wawancara di Program studi masing-masing. informasi ini dapat kita dapatkan melalui orang-orang yang sudah masuk sebagai peserta PPDS sebelumnya. Kumpulkan data selengkap mungkin tentang soal atau pertanyaan yang pernah muncul. Gak punya teman di universitas yang kita inginkan, gampang!!! datangi saja seminar atau simposium di center pendidikan tertentu dan dengan muka tebal berkenalanlah demi masa depanmu..
  • Kenali program studi yang kita minati. Caranya, carilah seorang mentor yang notabene adalah dokter spesialis yang sudah berpraktik sesuai bidang yang kita minati dan luangkan waktu untuk mengikuti kegiatan/aktifitas beliau. Hal ini bisa ditempuh dengan mengajukan diri menjadi asisten dokter spesialis bidang yang kita minati atau yang lebih ideal menjadi dokter magang di RS tempat kita akan mendaftarkan diri. Intinya adalah mulai selami kehidupan seperti layaknya kita sudah menjadi dokter spesialis yang kita minati. Ini penting, karena semakin kita mengenal bidang yang kita minati, maka kita akan lebih mudah mempelajarinya. Syukur-syukur beliau memberikan rekomendasi resmi kepada kita sebagai persyaratan tambahan untuk pendaftaran PPDS

3. Wawancara  -  Percaya Dirilah
Tes yang paling penting menurutku adalah wawancara. Biasanya ini adalah tes terakhir setelah secara akademis dan psikotes kita dianggap layak. Ujian wawancara berbeda setiap bagian, maka sekali lagi jangan lupa kumpulkan informasi selengkap mungkin dari calon senior kita. Kunci dari tes wawancara adalah menilai sejauh mana ketertarikan dan keteguhan hati kita untuk bisa menjadi peserta PPDS. Maka persiapkan jawaban yang akan disampaikan. Kuncinya, jawab dengan tegas dan lugas, tunjukan kepedulian kita kepada sesama/pasien, serta  optimisme. Pertanyaan klasik biasanya :
  • Kenapa mengambil bidang yang anda minati?
  • Kenapa mengambil universitas dimaksud?
  • Apa motivasi anda? 
  • Setelah lulus akan kemana?
  • Pengalaman bekerja?
  • Kemana bekerja jika anda sudah lulus?
  • Apa yang sudah dipersiapkan?
latihlah menjawab pertanyaan2 tersebut berulang-ulang sehingga kita bisa menjawab pertanyaan dengan baik sesuai yang diinginkan penguji.
Demikian, semoga bermanfaat untuk adik-adik yang berminat untuk melanjutkan studi. Satu catatan adalah berpikir positif akan keberhasilan serta jangan pernah berpikir tentang kegagalan. That's all.

Jika anda membutuhkan bimbingan untuk tes wawancara, insyaAllah dengan senang hati aku bersedia membantu, silahkan hubungi melalui contact di blog ini.


Ditulis di :
Medan - Indonesia, 
September 2015











About Author

Advertisement

Posting Komentar

chintya mutiara mengatakan... 7 Desember 2015 01.40

Kak minta PIN atau line dong mau tanya2 ttg urologi ui

agung indra mengatakan... 21 Januari 2016 23.44

sore dokter, mohon informasi kontaknya dokter, sy ingin bertanya lebih lanjut mengenai ppds urologi dok. trimakasih dok..

eko indra mengatakan... 20 Februari 2016 06.05

Sorry baru nongol lagi nih.. Silahkan, LIne eko_indra atau email indrapee@gmail.com...
Sama2...

BERNIE mengatakan... 6 April 2016 19.53

Terima kasih dok, artikelnya sangat mengisnpirasi.

Anonim mengatakan... 7 April 2016 16.36

Mantap Bang infonya..

Ahmad Syarif mengatakan... 6 Agustus 2016 22.06

Dok, minta nomer wa nya dong mau tanya tntang ppds urologi. Makasi dok

Irfani mengatakan... 13 Januari 2017 16.40

Wah makasih bang eko infonya.. jadi tambah mantep pengen ambil ppds uro..
Sukses ya bang

Fistra Janrio T mengatakan... 14 Januari 2017 23.58

Terima kasih banyak untuk tulisannya dok. Tulisannya sangat informatif dan membantu. Terima kasih juga karna sudah terbuka dan bersedia sharing serta berbagi informasi. Sukses selalu dok.

hersusiadakbar mengatakan... 21 Januari 2017 16.57

terimakasih banyak dr.eko atas tulisannya yang sangat membantu dan jg bermanfaat khusunya buat org seperti saya, dokter dari daerah yang pengen ngelanjutin buat sekolah ppds di FKUI, terimakasih juga karna sudah sangat terbuka dan mau diganggu waktunya untuk bisa ditanya2 melalui kontak pribadinya, sangat memotivasi, krn saat ditanya2 jg orgnya baik sekali dan ramah, sukses trus bang, insya Allah sekolahnya lancar dan cepet jd SpU tanpa kendala, Aamiin

Dokter PTT Daerah mengatakan... 4 Februari 2017 07.12

Terima kasih banyak dok atas saran dan masukkannya..

Saya ingin mengambil PPDS Ortho..

Isra mengatakan... 20 Februari 2017 18.02

Terimakasih dr.eko krn sudah meluangkan waktunya utk share pengalaman wawancara test ppds, semoga tipsnya berguna jika sy ikut test nantinya.
Sukses selalu dok dan dilancarkan jalannya meraih SpU, Amiin..

Tatang Hidayat mengatakan... 27 Februari 2017 07.30

sukses dok PPDS nya,...saya dulu coass cilegon,..

dr. Derry Gunawan mengatakan... 2 Maret 2017 04.22

terimakasih dok pencerahannya, saya baru saja beres PTT, skg sdg mencoba mempersiapkan utk ambil PPDS, kalau boleh tau dok, sistem senioritas saat PPDS (urologi/jurusan lain) msh ada tidak dok? Dan sejauh mana senioritasnya? apakah hrs sampai membayari makan senior?

Terimakasih dok

hana larassati mengatakan... 13 Maret 2017 19.53

Terimakasih dr. Eka indra sudah sharing ttg seleksi ppds nya..bersedia membantu junior2 nya yg masih kebingungan. Mudah2an lancar ya dok ppds nya, dan kami segera menyusul, aamiin..

Dina Febriani mengatakan... 6 April 2017 11.06

Ass.. Tks sharing nya dok..Boleh minta nomer wa dok..tks

Wadhit Taubah mengatakan... 25 April 2017 08.58

Setelah Japri dengan Dr.Eko saya sangat terbantu dengan informasi yang diberikan..
Terima Kasih banyak untuk pencerahannya doc.. sukses terus PPDS nya..

Untuk teman2 yang akan PPDS tetap Semangaaat...

Bestregards,
Adit

Ari Siswadi mengatakan... 29 April 2017 16.06

Terimakasih banyak atas pencerahannya Dari Doker Eko, dokter Eko sangat baik dan bersedia menjawab pertanyaan melalui Line, dan amat sangat membantu memberikan informasi... Buat Dokter Eko, semoga pendidikan Spesialis Uro di UI lancar terus ya dok

Indahfera ArzaQie mengatakan... 5 Mei 2017 17.06

Luarr biasaaa! ternyata pendidikan urologi termasuk pendidikan terberat dalam sejarah residensi, tetap semangat dr. Eko, beliau menjelaskan dengan detil apa yang terjadi dan sangat ramah. Untuk seorang residen yang sudah disibukkan dengan banyak tugas dan waktu tidur kurang.. Lalu masih sempat membalas curhatan TS lainnya.. Top markotop, ini residen super.. Hehee
InsyaAllah ingin mengikuti jejak beliau, mohon doa dari semuanya.


Dr. Ahmad
Komen via email istri sy, punten, wkwk

Ali Husein mengatakan... 3 Juni 2017 22.39

Top banget informasinya. Sangat membantu. Terimakasih dr. Eko sudah mau menjawab pertanyaan2 dari saya disela-sela kesibukan, semakin jadi termootivasi setelah chat kemarin. Semoga tidak bosen kalau ditanya-tanya lagi. Heheheheh.
Semoga one day bisa mengikuti jejak dr. Eko. Aamiin. :)

aulya khuntum mengatakan... 17 Juni 2017 10.13

bagus banget dokk informasinya..
semoag bisa menyusul untuk bisa jadi ppds seperti dokter..ammin ^^

brilli dipo mengatakan... 30 Juni 2017 05.41

Dokter eko ini sangat baik dan informatif. Luar biasa, jaman sekarang masih ada residen yg super sibuk msh bersedia meluangkan wktu utk membalas line utk sekedar membagikan informasi2 yg kita tanyakan.. terimakasih banyak dok... dokter sdh memudahkan saya utk mendaptkan informasi yg saya butuhkan, saya doakan dokter jg selalu dimudahkan jalannya menuju kesuksesan yg dinantikan..

Riko Febrian Kunta Adjie mengatakan... 30 Juni 2017 06.40

Terimakasih banyak dr eko utk tulisan di blog ini yg memberikan pencerahan, dr eko sgt baik ingin sharing dan memberikan motivasi yg berharga sekali, wlaupun diselasela kesibukannya sbagai residen..
Semoga Tuhan memberkati dr eko...

N Akmal mengatakan... 8 Agustus 2017 07.42

terimakasih dokter atas arahan dan informasinya walaupun sibuk tetap membalas pesan Line japri saya. sukses buat dokter.

N Akmal mengatakan... 8 Agustus 2017 07.46

kesan saya buat dr. eko. orangnya baik dan sangat mau membantu. insyaAllah informasinya bermanfaat dok. terimakasih

lolipop candy mengatakan... 18 November 2017 13.36

salam, saya butuh bibmbingan atau konsultasi untuk tes wawancara, kl boleh tau apakah ada email yg dapat dihubungi? terimakasih

Unknown mengatakan... 14 Desember 2017 08.02

Dok sy perkenalkan nama sy dr. Heri lulusan universitas mataram, sy sangat ingin melanjutkan study ke jenjang spesialis,, ada dua yg terngiang di kepala sy, 1. Urology, 2. Tht-kl
Kedua bidang ini sangat menarik bagi sy,, dan keduanya sangat dibuthkan di daerah sy, gimana ya untuk bisa fokus pada satu pilihan ?

Adji mengatakan... 14 Januari 2018 03.14

Dokter Uro yang murah hati, nggak sombong kalo ditanya-tanya. Jarang ketemu yg seperti ini. Sukses terus dokter

eko indra mengatakan... 15 Januari 2018 19.38

@lolipop candy : silahkan Dok, ke dr.ekoindra@gmail.com, semoga bisa membantu.
@Dr. Heri : tentukan passion Dokter, biasanya selalu kita memiliki kecenderungan untuk memilih diantara sekian pilihan. caranya coba selami sedikit banyak tentang masing2 pilihan nanti akan muncul deh kecenderungannya kearah mana. Karena setiap orang tidak sama peminatannya. Klo Dokter muslim, sholat istiharoh sesuai tuntunan.. smg berkenan. terima kasih

Gabriel demz mengatakan... 25 Januari 2018 13.35

Dok, kalau mau masuk Uro ada kursus trtnu yg hrus diambil gak dok? Kalo jntung kan ekg, acls, obgyn kan Apn, Poned
Nah kalau div Urologi sayartnya apay a dok yg kita hrus dipenuhi dlm artian kursus2 nya dlu mgkin ? Kalau ada sih dok?

Kaalu di ekg hasilnya RBbb apakh gak papa dok? Atau itu bs ajadi ganjalan tes kesehatan?

Anonim mengatakan... 25 April 2018 04.30

Terima kasih banyak dr. Eko.. insight yang sangat baik dan terima kasih juga sudah menyempatkan diri untuk membalas pertanyaan2 yang diberikan termasuk yang ditanyakan langsung via chat.

 
Top