<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350</id><updated>2011-12-18T21:34:41.352-08:00</updated><category term='refresh'/><category term='Download'/><category term='inspiration'/><category term='Protap'/><category term='Obstetric and Gynecology'/><category term='books'/><category term='medicamentosa'/><category term='Disease'/><title type='text'>senseheal</title><subtitle type='html'>semua tentang bagaimana "kondisi tak menyenangkan" itu di sembuh-kan,
kesehatan,kedokteran,penyakit, inspirasi,buku,foto,fotografi, sense heal, health</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-154681608150856218</id><published>2010-11-03T20:00:00.000-07:00</published><updated>2010-11-08T19:01:22.645-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspiration'/><title type='text'>SINDROM KELELAHAN SEORANG DOKTER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/TNFao8OHjiI/AAAAAAAAA3Y/o1L_AgKgVB0/s1600/Doctor_Hibbert.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 155px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/TNFao8OHjiI/AAAAAAAAA3Y/o1L_AgKgVB0/s200/Doctor_Hibbert.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535305076421660194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Hampir terlalu sulit hanya untuk menyatakannya sekalipun, karena sebetulnya rasa ini adalah yang paling kutakutkan. Namun ini memang kerap terjadi tidak hanya kepadaku sebagai seorang pelayan masyarakat, namun mungkin dapat dipastikan terhadap siapapun yang telah mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk melayani siapapun tanpa mengenal waktu. Jadwal praktek yang begitu padat dibeberapa tempat jelas adalah sebuah tantangan profesi seorang dokter ditambah lagi dengan rutinitas lain yang cukup membutuhkan perhatian. Belum lagi panggilan-panggilan tak terduga dari kerabat ataupun tetangga sekitar rumah saat kita beristirahat yang memang membutuhkan perhatian dan gak mungkin kita tolak.&lt;br /&gt;Rutinitas  yang begitu padat jelas memakan banyak waktu termasuk waktu-waktu dimana seharusnya tubuh diberikan jeda untuk beristirahat akan memaksa menghasilkan suatu perasaan yang gak mungkin terelakkan, "lelah". Karena walau bagaimanapun, setiap tubuh sebetulnya memiliki hak preogratifnya untuk mengatakan bahwa "saya lelah, dan butuh istirahat... SEKARANG!!!". Namun terkadang kungkungan rutinitas dan loyalitas terhadap suatu profesi jelas akan merampas hak yang satu ini. Kita terlanjur meng"iya"kan setiap tawaran pekerjaan karena terlalu takut kehilangan peluang sekecil apapun. Dan tentu saja kompensasi dari semua ini adalah kita terlalu sulit untuk memberikan waktu untuk diri sendiri menunaikan haknya menghapus kelelahan dan kejenuhan dengan beristirahat.&lt;br /&gt;Rasa lelah fisik ini justru adalah awal terjadinya kelelahan secara psikologis ataupun kelelahan jiwa. Karena jiwa merupakan cermin kondisi fisik seseorang. Fisik yang lemah akan merangsang kelemahan seseorang secara psikis, walaupun hipotesa ini tidak selalu benar, artinya selalu ada kemungkinan perkecualian. Namun paling tidak, ketika fisik seorang manusia merasa lelah, terlebih sakit, maka jiwa pun akan merasakan impact dari kondisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling kutakutkan adalah sebuah sindrom yang kusebut sindrom kelelahan seorang dokter. Sindrom jelas merupakan sekumpulan gejala, dalam hal ini adalah semua gejala yang ditimbulkan karena seorang menderita kelelahan. Orang yang lelah akan merasa tidak bergairah, malas melakukan tindakan apapun, dan tidak peduli. Ketidak-peduli-an adalah yang terparah. Seorang dokter hampir kehilangan ruhnya sebagai dokter jika sudah tidak lagi peduli terhadap sesama, terlebih pasien yang memang mengharapkan bantuan. Sindrom ini akan membuat seorang dokter harus menggunakan topeng kepalsuannya, berpura-pura peduli dengan mencoba bersikap manis terhadap pasien-pasiennya, dan seolah terlihat sabar mendengarkan setiap keluhan mereka padahal sang dokter hanya berpura-pura peduli.&lt;br /&gt;Semoga kita semua terhindar dari penyakit ini. Dan satu-satunya cara adalah dengan meluangkan cukup waktu untuk beristirahat. Akuilah bahwa kita tidak dapat memenuhi setiap harapan oranglain kepada kita. Akuilah bahwa terlalu banyak keterbatasan yang kita miliki. Sehingga kita memang harus selalu jadi diri sendiri, yang terpenting adalah melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;Semoga berkenan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;                                                                                                                  3 November 2010&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;RSIA Kurnia Cilegon, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-154681608150856218?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/154681608150856218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=154681608150856218' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/154681608150856218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/154681608150856218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/09/sindrom-kelelahan-seorang-dokter.html' title='SINDROM KELELAHAN SEORANG DOKTER'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/TNFao8OHjiI/AAAAAAAAA3Y/o1L_AgKgVB0/s72-c/Doctor_Hibbert.png' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-8381192374189836622</id><published>2010-06-29T03:49:00.001-07:00</published><updated>2010-06-29T03:52:38.219-07:00</updated><title type='text'>Eksklusifitas Pelayanan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/TClHQSzhJwI/AAAAAAAAA3I/aOPRPHSN0UU/s1600/ExclusiveJusic.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 84px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/TClHQSzhJwI/AAAAAAAAA3I/aOPRPHSN0UU/s200/ExclusiveJusic.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487995966179059458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa minggu yang lalu penulis betul-betul disibukkan dengan sebuah agenda yang cukup menyita waktu, tenaga, dan juga pikiran dalam rangka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;event&lt;/span&gt; pemeriksaan bakal calon walikota dan wakil walikota dikota dimana penulis berdomisili. Bukan hasil pemeriksaan yang ingin kubagi ceritakan disini, dan bukan pula tingkah polah masing-masing calon yang berupa-rupa yang ingin kuceritakan karena walau bagaimanapun semua itu bukan 'wilayahku'. Namun lebih pada bagaimana kita menyikapi tentang pelayanan terhadap strata sosial yang memang cukup diistimewakan ini.&lt;br /&gt;Satu kehormatan disatu sisi buat kami karena RS tempatku bekerja menjadi pilihan untuk dilaksanakannya acara pemeriksaan kesehatan calon orang nomor satu dikota ini, hal ini karena memang standar juklak dari KPU memang menunjuk rumah sakit daerah menjadi tuan rumah untuk dilaksanakannya pemeriksaan kesehatan calon walikota dan wakil walikota.&lt;br /&gt;Jauh hari sebelum pelaksanaan, semua elemen terkait sudah cukup ketar-ketir mempersiapkan acara pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani calon walikota dan wakil walikota. Rapat koordinasi pun serta merta dilakukan demi keoptimalan penyelenggaraan dengan sedetail mungkin memperhatikan segala sesuatu yang kiranya memang diperlukan. Mulai dari sarana dan prasarana, kelengkapan gedung, keamanan, hingga tenaga medis yang bersinggunganpun disiapkan.&lt;br /&gt;Ada baiknya memang, dalam tempo yang singkat rumah sakit disulap untuk terlihat betul-betul rapih, bersih dan tampak lebih baik dari waktu sebelumnya.&lt;br /&gt;Namun, disisi lain pelayanan medik yang selayaknya beroperasi, hari itu diliburkan demi alasan kenyamanan dan keamanan calon orang nomer satu dikota ini. Ironis memang, karena pejabat-pejabat negeri ini yang seharusnya lebih dekat dengan masyarakat namun telah terbiasa mendapat perlakuan istimewa yang memungkinkan mereka untuk sedikit mungkin kontak langsung dengan masyarakat.&lt;br /&gt;Ternyata, eksklusifitas pelayanan rumah sakit tidak hanya dirasakan orang-orang istimewa yang baru saja kusebutkan. Masyarakat tingkat ekonomi menengah kebawah juga terpaksa harus merasakan yang namanya eksklusifitas dibidang pelayanan kesehatan lantaran terbatasnya sarana pelayanan.&lt;br /&gt;Tidak sedikit dari mereka yang menelan pil pahit karena kesulitan untuk dapat menikmati pelayanan kesehatan rumah sakit dikarenakan terbatasnya ruang perawatan kelas tiga. Sehingga tidak jarang pasien-pasien yang sebetulnya membutuhkan pelayanan rawat inap, harus menunggu lama untuk dapat merasakan perawatan yang diharapkan.&lt;br /&gt;Sedih memang melihat kondisi yang memprihatinkan seperti ini, disatu sisi eksklusifitas dengan mudahnya dapat dirasakan oleh saudara-saudara kita yang memiliki kelebihan materi, tapi justru saudara kita yang lebih membutuhkan juga merasakan kesulitan-kesulitan yang sebetulnya tidak perlu terjadi.&lt;br /&gt;Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan pihak manapun, namun hanya media berbagi kepada sahabat semua diluar sana bahwa inilah salah satu potret unik negeri yang kita cintai ini. Semoga suatu saat ketika diberi amanah kewenangan untuk dapat melakukan lebih dari yang bisa kita lakukan sekarang, kita sedikit banyak punya ruang untuk 'berbuat', tidak sekedar berbagi rasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Berkenan,&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Eko Indra P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Juni 2010&lt;br /&gt;Cilegon - Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-8381192374189836622?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/8381192374189836622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=8381192374189836622' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/8381192374189836622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/8381192374189836622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2010/06/beberapa-minggu-yang-lalu-penulis-betul.html' title='Eksklusifitas Pelayanan'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/TClHQSzhJwI/AAAAAAAAA3I/aOPRPHSN0UU/s72-c/ExclusiveJusic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-3287513334463864310</id><published>2009-12-29T01:22:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T04:08:29.597-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disease'/><title type='text'>Sindrom Cushing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SzngZ5GyWeI/AAAAAAAAA2s/mNEK7yANhDQ/s1600-h/cushing.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 172px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SzngZ5GyWeI/AAAAAAAAA2s/mNEK7yANhDQ/s200/cushing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420610361947740642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pertama denger namanya, awalnya pasti bikin kita ragu apa bakal bisa ditemui penyakit seperti ini di Indonesia, mungkin karena namanya yang tampak hanya bakal ditemui di negeri antah berantah sana. Namun, dengan kultur dan sugesti sosial yang memang cukup kental di indonesia ditambah begitu kreatifnya manusia-manusia Indonesia penyakit ini cukup mudah ditemukan.&lt;br /&gt;Sugesti sosial yang saya maksud adalah bahwa kebanyakan penduduk negeri ini meyakini bahwa jamu-jamuan ramuan tradisional bangsa kita gak ada duanya. Haha (termasuk penulis cukup meyakini hal ini). Tapi itu dulu, ketika semua bahan baku pembuatan jamu betul-betul diambil murni dari alam dan diolah alami tanpa penamnbahan zat kimia buatan apapun. Bahan-bahan dimaksud dapat berupa beras kencur, kunyit asam, air sirih, jahe, gula jawa, sambiloto, jeruk nipis, air daun pepaya, cabe puyang, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Namun, ironisnya kepintaran saudara-saudara kita telah merusak citra luhur jamu-jamuan di Indonesia. Bahan-bahan alami diganti dengan bahan-bahan kimia termasuk obat untuk pencapaian tujuan secara instant. Beberapa produk terbukti menggunakan analgetik kuat, dexamethasone, furosemide dan obat-obat keras lain yang tentu dapat menimbulkan efek negetif jika digunakan tidak sesuai indikasi dan dosis yang tepat.&lt;br /&gt;Hasilnya, awalnya konsumen dibuat bangga dengan begitu cepatnya mereka meraih sesuatu berhubungan dengan kekurangan kondisi tubuh mereka. Rasa pegal-pegal yang hilang, berat badan menurun drastis, nafsu makan bertambah adalah beberapa dari sekian banyak harapan konsumen terhadap produk jamu. Namun ternyata dalam jangka panjang, berkat sentuhan oknum-oknum yang gak beres, konsumsi terus-menerus jamu-jamuan palsu ini berkembang bak sebuah bom waktu, karena ternyata komplikasi yang terjadi justru berbahaya.&lt;br /&gt;Ada satu penyakit yang kali ini aku ingin bahas berhubungan dengan komplikasi pemakaian jamu palsu. Hal ini mengingat beberapa waktu lalu penulis menemukan seorang pasien dengan penyakit dimaksud di Rumah Sakit. Beliau adalah penggemar setia jamu penambah berat badan, sebut saja Ny.Dexa (berhubungan dengan zat aktif yang kemungkinan besar terkandung dalam jamu yang dikonsumsi, Dexamethasone -red-). Ny. Dexa memang rutin mengkonsumsi jamu penambah berat badan (inget penambah berat badan, bukan penambah nasfu yang lain ya..). Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk mendiskreditkan produk jamu kita, namun lebih mengingatkan kita semua untuk lebih berhati-hati dalam memilih dan mengkonsumsi jamu.&lt;br /&gt;Sebelumnya mari perkenalkan nama sang penyakit adalah Sindrom cushing.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senseheal.blogspot.com/2009/12/fjkhsfhksf-fdjsfjdsljf-fjkjsjfa.html"&gt;Baca Lengkap&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini disebut juga dengan Hiperadrenokortikal. Nama penyakit ini diambil dari Harvey Harvey Cushing, seorang ahli bedah yang pertama kali mengidentifikasikan penyakit ini pada tahun 1912. Insiden penyakit ini cukup tinggi angka kejadiannya di masyarakat. Dalam penelitian secara global didapat hasil sedikitnya 1 dari tiap 5 orang populasi dunia berkemungkinan terkena kelainan ini tanpa membedakan jenis kelamin. Namun sumber lain mengatakan : &lt;br /&gt;Rasio kejadian antara wanita dan pria untuk sindrom cushing adalah sekitar 5:1 berhubungan dengan tumor adrenal or pituitary. &lt;br /&gt;Produksi ACTH lebih banyak pada pria dibandingkan dengan wanita karena peningkatan insidensitumor paru pada populasi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi &lt;br /&gt;Gangguan yang timbul karena tingginya kadar kortisol di dalam darah oleh karena berbagai sebab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etiologi &lt;br /&gt;Penyebab tersering adalah hiperplasi adrenal bilateral yang berakibat hipersekresi dari ACTH oleh pituitary atau dari sebab seperti small cell carcinoma paru, medullary carcinoma thyroid atau tumor timus, pancreas atau ovarium. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patofisiologi &lt;br /&gt;Hipotalamus menghasilkan CRH (Corticotrophin Releasing Hormone) yang merangsang kelenjar pituitary memproduksi ACTH. ACTH masuk ke dalam darah menuju ke kelenjar adrenal dan menstimuli adrenal menghasilkan kortisol. Kortisol disekresi oleh korteks adrenal dari area yang disebut zona fasciculate. Normalnya kadar kortisol dalam jumlah tertentu akan memberi negative feedback kepada kelenjar pituitary sehingga mengurangi sekresi ACTH. Pada sindrom Cushing terjadi kegagalan pengaturan kadar kortisol dalam darah oleh karena berbagai sebab. Misalnya sindrom Cushing yang disebabkan oleh adenoma pada korteks adrenal. Adenoma ini menyebabkan sekresi kortisol menjadi tinggi dan terus menerus sehingga negative feedback yang diberikan kepada kelenjar pituitary menjadi terlalu banyak sehingga kadar ACTH menjadi sangat rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala klinis &lt;br /&gt;Beberapa manifestasi klinis yang sering muncul berupa obesitas, hipertensi, osteoporosis, gangguan psikologis, jerawat, amenorrhea, dan diabetes mellitus meskipun relative tidak spesifik. Manifestasi klinis diatas dapat disertai dengan gejala sakit punggung, perdarahan bawah kulit, striae, hirsutisme sering juga perubahan mental sampai psikosis. Pasien-pasien dengan penyakit ini juga kelihatan kemerahan pada wajahnya, disertai kegemukan sedang sampai berat, wajah bulat dan merah (moon face). Kondisi otot jelek dan distribusi lemak bawah kulit abnormal, di punggung relative lebih tebal dan di tungkai lebih tipis. Bantalan lemak ini paling jelas di punggung atas dan di atas klavikula (buffalo hump). Kulit menipis, mudah berdarah dan striae merah muda. Striae cenderung terletak menyilang garis kulit, tampak pada sisi abdomen, payudara, bokong, pinggul, paha dan lipatan ketiak. Dapat dijumpai juga pertumbuhan berlebihan bulu rambut tubuh dan wajah. Bisa terjadi sedikit pembesaran klitoris. Tekanan darah meninggi dan adanya komplikasi hipertensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan Penunjang &lt;br /&gt;Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk skrining adalah pengukuran kadar kortisol plasma. Lalu dilanjutkan dengan tes supresi deksametason untuk menilai respon kortisol, baru dilanjutkan dengan mengukur kadar ACTH plasma. Pemeriksaan pencitraan seperti CT scan juga dapat dilakukan dan terbukti dapat membantu evaluasi massa di kelenjar adrenal yang tidak menimbulkan gejala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis &lt;br /&gt;Dapat dilakukan dengan mencari tanda-tanda klinis kelebihan steroid dalam tubuh, ditunjang dengan pemeriksaan skrining, tes supresi deksametason dan pengukuran kadar ACTH plasma. Dapat juga dilengkapi dengan pemeriksaan CT scan. &lt;br /&gt;Diagnosis diferensial &lt;br /&gt;Penyakit ini biasanya dibedakan menurut etiologinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi &lt;br /&gt;Terapi dilakukan berdasarkan etiologinya. Jika disebabkan oleh karena tumor adrenal, maka harus dilakukan tindakan operatif untuk pengangkatan tumor tersebut, hanya saja sisa kelenjar adrenal akan mengalami atrofi. Terapi substitusi kortikosteroid dibutuhkan selama berbulan-bulan dan diperlukan penghentian secara bertahap untuk mengembalikan fungsi adrenal ke normal. &lt;br /&gt;Tumor hipofisis harus diobati dengan radiasi eksternal, implantasi atau hipofisektomi transfenoidal. Adrenalektomi total merupakan pengobatan yang sering dilakukan tetapi bisa terjadi renjatan postoperasi, sepsis dan penyembuhan yang lambat. Pada pasien yang menjalani adrenalektomi total diperlukan kortikosteroid permanent. Ada 3 jenis obat yang digunakan untuk menekan sekresi kortisol karsinoma diantaranya metyrapone, amino gluthemide dan p-DDD. Dapat digunakan untuk mengendalikan sindrom Cushing (dan untuk mengurangi resiko operasi) sebelum pengobatan radikal atau sebagai alternative jika tindakan bedah merupakan kontraindikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplikasi &lt;br /&gt;Komplikasi yang dapat timbul adalah sindrom Nelson, disebabkan oleh pembesaran kelenjar hipofisis. Biasanya dengan pegmentasi kulit yang hebat bertahun-tahun setelah adrenalektomi total. Pengobatan alternatifnya dengan merusak hipofisis melalui berbagai cara. Penyembuhan kurang pasti tetapi lebih aman dan terhindar dari resiko sindrom Nelson. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prognosis &lt;br /&gt;Sindrom Cushing yang tidak diobati akan fatal dalam beberapa tahun oleh karena gangguan kardiovaskular dan sepsis. Setelah pengobatan radikal kelihatan membaik, bergantung kepada apakah gangguan kerusakan kardiovaskular irreversible. &lt;br /&gt;Pengobatan substitusi permanent memberikan resiko pada waktu pasien mengalami stress dan diperlukan perawatan khusus. Karsinoma adrenal atau yang lainnya cepat menjadi fatal oleh karena kakeksia dan/atau metastasis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, pastikan jamu yang kita minum tidak mengandung bahan-bahan berbahaya.&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Preference : &lt;br /&gt;http://one.indoskripsi.com/node/5202 &lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Sindrom_Cushing &lt;br /&gt;http://emedicine.medscape.com/article/117365-overview &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;29 Desember 2009&lt;br /&gt;Eko Indra P.,dr.&lt;br /&gt;RSIA Kurnia&lt;br /&gt;Cilegon, Banten, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-3287513334463864310?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/3287513334463864310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=3287513334463864310' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/3287513334463864310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/3287513334463864310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/12/fjkhsfhksf-fdjsfjdsljf-fjkjsjfa.html' title='Sindrom Cushing'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SzngZ5GyWeI/AAAAAAAAA2s/mNEK7yANhDQ/s72-c/cushing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-3082210266421248180</id><published>2009-11-15T20:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T05:58:06.301-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspiration'/><title type='text'>Berkarya Dalam Keterbatasan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Sv9NT8Hg9WI/AAAAAAAAA2Y/8WFg4oh25Qo/s1600-h/13112009255.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Sv9NT8Hg9WI/AAAAAAAAA2Y/8WFg4oh25Qo/s200/13112009255.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404123082818385250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Satu waktu, saat sedang menjalankan aktivitas rutinku seperti biasa di IGD, seorang wanita paruh baya berjalan dengan tertatih-tatih dengan dituntun seorang pemuda yang tak lain tukang ojek. Setelah duduk tepat didepanku, wanita tersebut menyapa dengan sopannya dan menyebutkan keluhan penyakitnya. Ia menderita diare. Prihatin melihat kondisi si ibu, akupun meluangkan waktu sejenak untuk berbincang-bincang dengan wanita tersebut. Kalau gak salah ingat namanya adalah Ny.Warsini (maaf jika ternyata saya memang salah mengingat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suka rela beliau bercerita tentang dirinya yang ternyata dalam sebuah perjalanan keliling Indonesia untuk memecahkan rekor MURI sebagai Tunanetra pertama yang berkeliling Indonesia. oops kejutan pertama buatku.&lt;br /&gt;Hmm.. menarik juga pasien satu ini aku pikir.&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya tentu sama dengan yang teman-teman pikirkan.&lt;br /&gt;"Sudah kemana saja Bu?"&lt;br /&gt;dan dengan cukup jelas beliau berceloteh "Wah, saya sudah kemana-mana Dok, hampir semua kota sudah saya kunjungi. Yang belum ya Banten ini, yang terakhir" (o..ow kejutan kedua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://senseheal.blogspot.com/2009/11/berkarya-dalam-keterbatasan.html"&gt;Lanjut Baca&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setengah terbelalak dalam keterkejutanku, aku berpikir kok bisa ya, seorang tunanetra bisa bepergian begitu jauh tanpa ditemani seorangpun. Sementara aku pribadi, cukup malu jika dibandingkan ibu ini. Masih bisa kuhitung dengan jariku sendiri tempat-tempat yang pernah kukunjungi dinegeri indah ini. Maklum selain kurang niat karena kungkungan kesibukan aktivitasku pribadi, aku juga kurang modal (justifikasi yang sebenernya kurang bisa diterima).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keasikan ngobrol buatku lupa tentang tujuan ibu ini datang ke Rumah sakit. Sampai akhirnya aku kembali meng-anamnesis (menanyakan tentang keluhan/gejala subjektif) pasien istimewaku ini. Sejawat perawat pun berlomba-lomba menolong ibu warsini. Mulai merelakan stok obat diare pribadi sampai mengambilkan air minum untuk ibu ini. Pokoknya pelayanan prima deh. Andaikan semua pasien kita perlakukan seperti ini. Setelah semua obat-obatan diminum, aku lanjutkan bincang-bincang dengan ibu warsini. Ia kembali bercerita dan mengejutkanku untuk ketiga kalinya, bahwa dirinya juga seorang dosen di Universitas Riau tepatnya dibidang pendidikan PPKN. Ia seorang doktor (S3) yang tengah mempersiapkan gelar profesornya dan InsyaAllah tahun ini beliau dapat meraihnya "sekaligus penghargaan dari Bpk.SBY, Dok", cetusnya melanjutkan cerita.&lt;br /&gt;Tak puas dengan ceritanya aku pun sedikit mengusik masa lalu bu Warsini tentang keterbatasannya tidak dapat melihat. Kedua matanya tidak dapat melihat bukan dari sejak lahir, namun dikarenakan sebuah kecelakaan yang mengambil paksa kemampuannya untuk menikmari dunia visual. Khawatir membuatnya sedih aku alihkan pertanyaanku tentang dunia keluarga beliau. Ternyata beliau memiliki seorang suami luar biasa, seorang pejabat TNI aktif dengan pangkat Mayjen, masih bertugas di Mabes TNI-AD Jakarta dan mempunyai anak-anak berprestasi salah satunya "Anak saya yang bungsu sekarang kuliah di FKUI". Hmmm ternyata ibu ini betul-betul menarik perhatianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan seru kami harus terputus karena ibu warsini ternyata sudah memiliki janji bertemu dengan walikota dikotaku (Cilegon)  setelah sebelumnya bertemu dengan orang-orang penting di Provinsi Banten termasuk gubernur Banten, ibu Atut Chosiah, "Ibu atut bilang saya ini orangnya lucu Dok" celetuknya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pergi beliau menyerahkan sebuah buku lebih mirip seperti testimoni, dimana lembar demi lembarnya telah terisi berbagai tulisan pejabat-pejabat penting yang pernah ditemuinya lengkap dengan tanda tangan dan stempel instansi terkait. Buku itu nantinya akan dipakai sebagai bukti bahwa beliau memang benar telah mengunjungi tempat demi tempat dinegeri ini dan stempel merupakan validitas mutlak.&lt;br /&gt;Beliau memintaku menuliskan sesuatu sebagai bukti bahwa yang bersangkutan memang telah mengunjungi RSUD tempatku bekerja lengkap dengan stempel nama dan stempel instansi katanya. Aku jadi tersanjung dibuatnya.&lt;br /&gt;Terima kasih Bu Warsini, Terimakasih untuk pertemuan singkat yang sangat Inspiratifnya.&lt;br /&gt;Jika dengan keterbatasan beliau bisa berkarya, kenapa terkadang kita yang memiliki kesempurnaan fisik masih ragu untuk melangkah maju???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat,&lt;br /&gt;15 November 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko Indra P.,dr.&lt;br /&gt;RSIA Kurnia&lt;br /&gt;Cilegon, Banten, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-3082210266421248180?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/3082210266421248180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=3082210266421248180' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/3082210266421248180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/3082210266421248180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/11/berkarya-dalam-keterbatasan.html' title='Berkarya Dalam Keterbatasan'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Sv9NT8Hg9WI/AAAAAAAAA2Y/8WFg4oh25Qo/s72-c/13112009255.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-8743558215127572524</id><published>2009-10-27T08:08:00.000-07:00</published><updated>2009-11-15T06:25:43.373-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspiration'/><title type='text'>Kepuasan Tertinggi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Suchx6JwcMI/AAAAAAAAA2Q/Yq2qEOZZXvs/s1600-h/guarantee.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 199px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Suchx6JwcMI/AAAAAAAAA2Q/Yq2qEOZZXvs/s200/guarantee.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397319819734315202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali ini aku tiba-tiba ingin gerakkan jari-jemariku diatas keyboard untuk hanya menulis sesuatu tentang "kepuasan". Aku sendiri gak tau dari mana ide ini datang. Namun yang pasti bukankah kita selalu memikirkan hal ini. karena kita, apapun yang kita lakukan, selalu berorientasi untuk pencapaian sebuah kepuasan. Kata ini erat banget hubungannya dengan kesenangan batin yang tentu saja kita dapatkan dari kehidupan fisik kita maupun kehidupan rohani kita. Namun gak jarang juga kata kepuasan juga dihubungkan dengan pikiran miring dengan konotasi negatif. Bener gak? he2 jgn2 cuma aku yang berpikiran seperti itu y.&lt;br /&gt;Daripada pikiranku makin liar mikirin yang enggak-enggak, coba kita liat arti kata aslinya dari &lt;a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php"&gt;Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bang KBBI sih, gini teman :&lt;br /&gt;Puas artinya : merasa senang (lega, gembira, kenyang, dsb krn sudah terpenuhi hasrat hatinya)&lt;br /&gt;Kepuasan     : perihal (yg bersifat) puas; kesenangan; kelegaan dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, juga mungkin kalian sering dong liat tukul dengan aksi favoritnya mengulang kata-kata puas (dengan ekspresi khasnya). "Puas, puas puaaass?" (gak usah monyong saat baca ini ya, ;p).&lt;br /&gt;Gak ingin lanjutin bahas tentang tukul, tapi yang ingin kubagi disini adalah kepuasan seorang dokter dan tenaga medis lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senseheal.blogspot.com/2009/10/kepuasan-tertinggi.html"&gt;Lanjut Baca&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dalam interaksinya dengan pasien, dokter maupun tenaga medis lain tentu saja membutuhkan satu atau beberapa kepuasan dari hasil pelayanannya terhadap pasien, apakah berbentuk materi ataupun suatu kepuasan batin yang langsung dirasakan. Langsung dirasakan yang kumaksud adalah tanpa mampir dulu pada kepuasan fisik, contoh kasar dokter melayani pasien mendapatkan uang sebagai tanda jasa dan ia akhirnya merasakan kepuasan setelah mendapatkan materi yang cukup, lewat uangnya. Bukan itu, yang kumaksud dengan kepuasan langsung adalah bahwa kepuasan tersebut didapatkan dari interaksinya langsung terhadap pasien. Bisa saja seorang dokter atau tenaga medis lain merasa puas ketika melihat senyum lebar dari pasiennya, mendapatkan penghormatan dari rekan kerjanya, atau apapun. semua kembali terhadap individu dan prinsip dasar masing-masing dokter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Buatku pribadi, kepuasan terbesar adalah ketika pasien yang pernah datang atau kurawat, bertemu, disengaja atau tidak,  ia sudah dalam keadaan sembuh alias sehat wal afiat .Gak perlu ada kata terima kasih atau apapun yang keluar dari mulutnya, karena sebetulnya bukan aku yang melakukan itu. Itu semua Yang Maha Menyembuhkan yang lakukan. Tapi ada satu kepuasan yang mungkin gak bisa kujelaskan dengan kalimat-kalimatku.&lt;br /&gt;Sampai-sampai seorang sahabat pernah keluarin kalimat ekstrim bahwa "nikmat terbesar seorang dokter saat melihat pasiennya sembuh hanya dapat disamai dengan pencapaian orgasme saat berhubungan sex" (aku blm bisa koreksi pernyataan yang satu ini karena belum ada jam terbang, huahaha).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;So, gimana menurutmu teman?&lt;br /&gt;Apa kepuasan tertinggimu sebagai dokter atau tenaga medis lain?&lt;br /&gt;Atau setuju dengan pernyataan sahabat diatas?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;:)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;salam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;                                                                             Tuesday, Oct 27 2009&lt;br /&gt;                                                    RSIA Kurnia Cilegon, Banten, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-8743558215127572524?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/8743558215127572524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=8743558215127572524' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/8743558215127572524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/8743558215127572524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/10/kepuasan-tertinggi.html' title='Kepuasan Tertinggi'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Suchx6JwcMI/AAAAAAAAA2Q/Yq2qEOZZXvs/s72-c/guarantee.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-5785289838785198119</id><published>2009-09-23T20:30:00.000-07:00</published><updated>2009-11-15T06:20:31.678-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspiration'/><title type='text'>Over??? atau Under???</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Srou93mJS6I/AAAAAAAAA2I/cpQXXildDKI/s1600-h/huge.23.116070.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Srou93mJS6I/AAAAAAAAA2I/cpQXXildDKI/s200/huge.23.116070.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384667944905690018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Terkadang sebagai seorang pembuat keputusan kita dihadapkan pada satu keadaan dimana dituntut untuk secepat mungkin menegakkan diagnosis. Hal ini penting dalam hubungannya dengan keakuratan pemberian terapi terhadap pasien. Namun terkadang kita menemukan langsung dua kemungkinan yang sama sulitnya sebagai pilihan.&lt;br /&gt;Saat kita harus memilih diagnosis tidak jarang kita dapat mengklasifikasikannya ke dalam over diagnosis atau under diagnosis.Kedua-duanya memang perlu kita hindari karena idealnya seorang dokter menegakkan diagnosis tepat sesuai kondisi objektif pasien. Namun, tentu semua berpulang kepada subjektifitas individu seorang dokter dan prinsip bahwa "medicine is art". Disinilah dibutuhkan kepiawaian seorang dokter dalam memutuskan diagnosis. Bagi saya pribadi kemampuan mendiagnosis merupakan pedang bagi seorang klinisi.&lt;br /&gt;Kembali kepada pembahasan awal bahwa ketika memang sulit untuk menegakkan diagnosis pasti dan dihadapkan pada overdiagnosis maupun underdiagnosis maka kita harus membuat satu pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senseheal.blogspot.com/2009/08/over-atau-under.html"&gt;lanjut baca&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Satu waktu, saya kedatangan seorang pasien, sebut saja Tn.X dengan keluhan nyeri perut cukup hebat disertai dengan sesak napas. Keluhan nyeri perut memang sangat dominan sehingga saya hampir bisa menyingkirkan penyebab dari sistem kardiovaskuler. Namun melihat langsung keadaan pasienku ini, saya masih tetap curiga adanya penyebab penyakit jantung yang mendasari. Akhirnya setelah pemeriksaan fisik, saya anjurkan untuk pemeriksaan tambahan elektrokardiografi. Hasil yang terlihat, hanya terdapat sebuah lead precordial yang mengalami ST-elevasi, itupun tidak terlalu khas untuk acute miokard infark. Alhasil saya hanya berikan terapi oksigen untuk mengurangi gejala sesaknya, dan mengurungkan niat memberikan vasodilator seperti nitrogliserin dan antitrombotik agen (aspilets).&lt;br /&gt;Setelah itu konsentrasi saya hanya pada penyakit gastrointestinalnya dan diagnosis AMI hanya berada didalam kepalaku.&lt;br /&gt;Gak lama berselang, saya dikejutkan dengan jeritan keluarga pasien yang betul-betul membuat terkejut. Karena tiba-tiba Mr.X berhenti bernapas. Semua kru IGD pun mendadak sibuk melakukan resusitasi hingga akhirnya aku nyatakan bahwa pasienku telah meniggal dunia. Innalillah..&lt;br /&gt;Begitu cepat, dan tanpa terdeteksi. Ia jelas-jelas mengalami serangan jantung hingga merenggut nyawa begitu singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perenungan aku berpikir...&lt;br /&gt;Andai saja aku mengikuti insting kecilku buat memercayai kondisi klinis pasien bahwa ia mengalami AMI,&lt;br /&gt;Andai saja aku gak lebih percayai bahwa pemeriksaan penunjang lebih baik dari temuan klinis,&lt;br /&gt;Andai saja aku memberikan ISDN dan aspilets secepat mungkin,&lt;br /&gt;Andai saja aku lebih berani untuk sedikit overdiagnosis,&lt;br /&gt;Mungkin pasienku bisa tertolong..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal tersebut diatas mungkin overdiagnosis lebih menguntungkan kita dibanding underdiagnosis. Namun dalam kasus lain tentu berbeda.&lt;br /&gt;Ok guys, gimana menurut kalian? mana lebih baik?&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Cilegon, Banten, Indonesia.&lt;br /&gt;23 september 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-5785289838785198119?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/5785289838785198119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=5785289838785198119' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/5785289838785198119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/5785289838785198119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/08/over-atau-under.html' title='Over??? atau Under???'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Srou93mJS6I/AAAAAAAAA2I/cpQXXildDKI/s72-c/huge.23.116070.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-835151133959343935</id><published>2009-08-14T09:30:00.001-07:00</published><updated>2009-11-15T06:17:46.316-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspiration'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disease'/><title type='text'>KELOID, Siapa Sangka???</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SpooqnNRepI/AAAAAAAAA2A/6elcymu8Ka0/s1600-h/ist2_367185_keloid.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 138px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SpooqnNRepI/AAAAAAAAA2A/6elcymu8Ka0/s200/ist2_367185_keloid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375653817764379282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Agak nyesel sebenernya saat aku melihat luka kakak sepupuku yang ternyata berlanjut menjadi keloid. Aku bener-bener gak nyangka klo luka kecil di punggung tangan tersebut ternyata tumbuh menjadi keloid justru disaat seharusnya luka  itu hilang dengan sempurna. Tulisan ini dimaksudkan agar betapa seorang tenaga medis seperti kita harus betul-betul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;aware&lt;/span&gt; terhadap sekecil apapun luka yang terbentuk karena trauma mekanis.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Keloid&lt;/b&gt; adalah jaringan kulit tambahan yang tumbuh di bekas luka. Keloid merupakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bekas_luka_hipertrofik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Bekas luka hipertrofik (halaman belum tersedia)"&gt;bekas luka hipertrofik&lt;/a&gt;. Keloid biasanya warnanya merah muda sampai coklat tua. Keloid tidak menular dan tidak berbahaya, hanya saja tampaknya bisa mengganggu dan rasanya bisa agak gatal.&lt;/p&gt; Untuk lebih jelas, &lt;a href="http://senseheal.blogspot.com/2009/08/keloid.html"&gt;lanjut bacanya yuk...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Benjolan pada kulit yang dikenal dengan sebutan keloid suatu saat mungkin dapat menghampiri kulit kita terutama ketika ada luka, baik terkena guratan pisau, luka bakar, bekas bisul ataupun jerawat. Keloid yang menempel di dalam kulit sering terlihat menyebalkan di mata orang. Keloid dapat mengakibatkan estetika kulit berkurang terutama bila keloid tersebut timbul di tempat yang sangat tidak diharapkan yaitu wajah. Bagi kaum perempuan, kecantikan mereka akan menjadi sangat terganggu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa sih keloid itu? Keloid adalah benjolan padat di kulit yang merupakan pertumbuhan proliferatif (perbanyakan) dari jaringan fibrosa (jaringan ikat pada kulit) setelah mengalami penyembuhan luka. Keloid sebenarnya merupakan suatu tumor jinak pada kulit namun keloid tidak mengundang bahaya pada nyawa. Keloid yang lebih dari 1 kita sebut sebagai keloidosis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada suatu luka, proses katabolisme dan anabolisme mencapai keseimbangan kira-kira 6-8 minggu setelah operasi. Pada keadaan normal, luka yang terjadi pada kulit akan membuat sel-sel kulit dan jaringan penghubung (fibroblast) mulai menggandakan diri untuk memperbaiki kerusakan. Pada kasus keloid, terjadi ketidakseimbangan antara pembentukan dan penghancuran (degradasi) kolagen. Meskipun luka sudah tertutup, pertumbuhan yang berlebih terus terjadi sehingga mengakibatkan penumpukan fibroblast dan kemudian penonjolan keluar permukaan kulit yang akhirnya membentuk benjolan di jaringan luka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Faktor penyebab keloid masih belum diketahui dengan pasti, tetapi diduga disebabkan oleh peradangan. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya keloid antara lain adalah:&lt;br /&gt;1. Genetik dan ras&lt;br /&gt;Keloid berhubungan dengan gen HLA-B14, HLA-B21, HLA-BW16, HLA-BW35, HLA-DR5, HLA-DQW3, dan golongan darah A. Keloid lebih banyak ditemukan pada orang kulit hitam dibandingkan orang kulit putih di barat. Keturunan Afrika lebih banyak menderita keloid dibandingkan orang kulit putih. Begitu juga dengan Malaysia. Kebanyakan masyarakat India memiliki kulit yang mudah terkena keloid, kedua adalah bangsa Melayu, dan ketiga adalah bangsa Cina.&lt;br /&gt;2. Umur&lt;br /&gt;Keloid umumnya muncul pada anak-anak dan dewasa muda (10-30 tahun). Pria dan wanita tidak memiliki perbedaan dalam memiliki keloid.&lt;br /&gt;3. Jenis dan lokasi trauma&lt;br /&gt;Keloid lebih sering terjadi pada peradangan yang lama sembuh dan pada daerah dengan regangan kulit yang tinggi, misalnya: dada, bahu, leher, kepala, dan tungkai.&lt;br /&gt;4. Vaksinasi&lt;br /&gt;Biasanya vaksinasi BCG akan menimbulkan bekas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gejala dan tanda dari keloid adalah adanya benjolan kemerahan berbentuk kubah, keras, tidak teratur, berbatas jelas, menonjol, pigmentasi, ukurannya jauh lebih besar daripada lukanya sendiri, sifatnya melebar dan meninggi dengan terlihat adanya teleangiectasis. Pada tahap awal benjolan terasa kenyal, gatal, dan nyeri bila disentuh tetapi lama-kelamaan benjolan mengeras dan tidak terasa apa-apa. Perkembangan keloid biasanya cepat, kira-kira dalam jangka waktu bulanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada pemeriksaan fisik perlu diketahui riwayat lesi, ciri-ciri lesi, serta frekuensi tempat-tempat lesi. Pada keloid sebenarnya tidak perlu melakukan pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah karena hanya akan mempermahal biaya pemeriksaan, tetapi cukup melakukan biopsi saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lokasi-lokasi munculnya keloid antara lain adalah di pipi, telinga, leher, dan cenderung di dada bagian atas dan bahu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terapi yang diberikan untuk keloid antara lain:&lt;br /&gt;• Injeksi kortikosteroid intralesi&lt;br /&gt;Berupa penyuntikan di lokasi keloid. Umumnya penyuntikan perlu dilakukan berulang-ulang sehingga sering kali pasien mengeluhkan ketidaknyamanan.&lt;br /&gt;• Operasi&lt;br /&gt;Pada operasi, sulit untuk melakukan pengangkatan keloid secara menyeluruh. Operasi kurang cocok untuk dilakukan karena dengan membuat sayatan baru maka akan menimbulkan keloid baru lagi.&lt;br /&gt;• Bedah beku (Cryosurgery)&lt;br /&gt;Menggunakan nitrogen cair. Umumnya teknik ini lebih dianjurkan karena kurang menyebabkan nyeri. Tetapi teknik ini hanya bisa diterapkan pada keloid dalam ukuran kecil.&lt;br /&gt;• Bedah skapel&lt;br /&gt;Merupakan operasi ringan pengambilan keloid dengan menggunakan pisau dan benang khusus. Prognosis pada keloid yang hanya diterapi dengan bedah skapel saja biasanya dapat kambuh kembali (&gt;50%). Biasanya teknik ini akan dikombinasi dengan teknik lain.&lt;br /&gt;• Laser&lt;br /&gt;Merupakan metode yang banyak dilakukan karena tidak merusak jaringan di sekitar. Lamanya pengobatan tergantung pada ukuran keloid. Perawatan pasca terapi laser harus hati-hati, misalnya saja tidak boleh terkena air, mengganti perban harus bersih untuk mencegah terjadinya infeksi.&lt;br /&gt;• Pengolesan cream&lt;br /&gt;Untuk mengurangi kemerahan serta meringankan rasa nyeri dan gatal-gatal.&lt;br /&gt;• Kompresi&lt;br /&gt;Pemakaian plester yang mengandung hydroactive polyurethane efektif menyamarkan keloid. Terapi ini hanya dilakukan selama 12 jam sehari secara berturut-turut selama 8 minggu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Menurut penulis, pilihan terbaik adalah dengan injeksi langsung &lt;strong&gt;menyusur permukaan&lt;/strong&gt; keloid dengan kortikosteroid (triamcinolone acetonide) setidaknya 1-4 minggu sekali hingga tonjolan keloid menjadi rata.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Untuk keloid yang besar, injeksi dapat dilakukan berulangkali (ada yang sampai belasan kali) hingga rata. Itupun masih ada kemungkinan pertumbuhan pada jaringan kecil yang sebelumnya tidak terinjeksi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Untuk keloid kecil pada umumnya bisa rata setelah injeksi kortikosteroid 3-5 kali.&lt;br /&gt;Injeksi terbaik adalah dengan jarum (needle) no.27G menyusur permukaan keloid. Pastikan keloid berwarna putih agak menggelembung karena masuknya obat. Sekali lagi menyusuri permukaan, bukan injeksi dalam menusuk keloid. Injeksi menusuk ke dalam keloid seringkali menuai kegagalan. Mengapa ? Mungkin terkait dengan jaringan keloid yang secara histopatologis menunjukkan pola seluler.&lt;br /&gt;Injeksi kortikosteroid tidak bisa diberikan pada keloid yang luas, miaslnya karena luka bakar. Pada kasus demikian dapat dipertimbangkan pengobatan cara lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Perlu diketahui, bekas keloid tidak lantas hilang, meski sudah dapat diratakan.&lt;br /&gt;Pada kasus yang melibatkan wajah (keloid di wajah), seyogyanya berkonsultasi kepada ahli kulit atau ahli bedah plastik agar didapatkan hasil optimal. &lt;/p&gt; &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;Semoga Bermanfaat Kawan,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;http://id.wikipedia.org&lt;br /&gt;http://cakmoki86.wordpress.com&lt;br /&gt;http://www.tanyadokteranda.com&lt;br /&gt;http://emedicine.medscape.com/article/1057599-treatment&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-835151133959343935?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/835151133959343935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=835151133959343935' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/835151133959343935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/835151133959343935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/08/keloid.html' title='KELOID, Siapa Sangka???'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SpooqnNRepI/AAAAAAAAA2A/6elcymu8Ka0/s72-c/ist2_367185_keloid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-1567230054305622613</id><published>2009-08-08T20:13:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:04:07.967-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disease'/><title type='text'>Dahsyatnya ...VERTIGO...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SoSfxs1SqyI/AAAAAAAAA14/alLvrFbD9fY/s1600-h/pusing1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SoSfxs1SqyI/AAAAAAAAA14/alLvrFbD9fY/s200/pusing1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369592331929561890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Vertigo dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk gangguan keseimbangan atau gangguan orientasi di ruangan. Istilah yang sering digunakan oleh awam adalah: puyeng, sempoyongan, mumet, pusing, pening, tujuh keliling, rasa mengambang, kepala terasa enteng, rasa melayang. Vertigo perlu dipahami karena merupakan keluhan nomer tiga paling sering dikemukakan oleh penderita yang datang ke praktek umum, bahkan orang tua usia sekitar 75 tahun, 50 % datang ke dokter dengan keluhan vertigo.&lt;br /&gt;Kali ini ditampilkan dalam blog ini karena beberapa waktu yang lalu penulis betul-betul merasakan dahsyatnya serangan vertigo. Semoga dapat membantu.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senseheal.blogspot.com/2009/08/vertigo-dapat-digolongkan-sebagai-salah.html"&gt;baca lengkap&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a name="Definisi" id="Definisi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;b&gt;Definisi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Perkataan vertigo berasal dari bahasa Yunani vertere yang artinya memutar (2). Pengertian vertigo adalah : sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala lain, terutama dari jaringan otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh. Vertigo (sering juga disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pusing" title="Pusing" class="mw-redirect"&gt;pusing&lt;/a&gt; berputar, atau pusing tujuh keliling) adalah kondisi di mana seseorang merasa pusing disertai berputar atau lingkungan terasa berputar walaupun badan orang tersebut sedang tidak bergerak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kelainan ini terjadi karena gangguan keseimbangan baik sentral atau perifer, kelainan pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telinga" title="Telinga"&gt;telinga&lt;/a&gt; sering menyebabkan vertigo. Untuk menentukan kelainan yang menyebabkan vertigo, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dokter" title="Dokter"&gt;dokter&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/THT-KL" title="THT-KL" class="mw-redirect"&gt;THT-KL&lt;/a&gt; biasanya akan melakukan pemeriksaan ENG (elektronistagmografi).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengobatan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Supportive&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada umumnya pengobatan menggunakan banyak obat tidak terlalu direkomendasikan karena menurut beberapa sumber tidak banyak membantu. Namun pengobatan menggunakan vestibulosupresan dan antiemetik. Beberapa pengobatan menggunakan antivertigo seperti meclizine, scopolamine, ephedrine, dimenhydrinate, diazepam) dan beberapa antiemetics seperti promethazine, prochlorperazine cukup membantu. Sejumlah besar kasus vertigo sebetulnya self limited, atau sembuh dengan sendirinya. Tapi tetap usaha ya harus terus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name="1855"&gt; &lt;/a&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Beberapa Pengobatan yang direkomendasikan adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;Antihistamin&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Antihistamin dapat mencegah respon histamin pada ujung saraf sensorik dan pembuluh darah. Obat-obat jenis ini efektif dalam mengobati vertigo.&lt;/p&gt;Beberapa obat-obatan antihistamin yang dikenal negara-negara maju diantaranya dalah Meclizine (Antivert, Antrizine, Meni-D) dan Dimenhydrinate (Dimetabs, Dramamine). Namun diIndonesia dokter-dokter syaraf kita tampaknya cukup menggunakan Betahistin.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Anticholinergics&lt;/h3&gt;Obat jenis ini bekerja menekan secara sentral konduksi dari jalur vestibulocerebellar yang berhubungan dengan patofisiologi terjadinya vertigo. Diantara banyak anticholinergik agen yang kita pakai adalah Scopolamine (Isopto) yang dapat mem&lt;span style="font-style: italic;"&gt;block&lt;/span&gt; asetilkolin pada parasimpatik otot polos, glandula sekretorius, dan CNS, seta sebagai antagonis histamin dan aksi serotonin.&lt;br /&gt;Transdermal scopolamin mungkin dapat lebih efektis untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;motion sickness&lt;/span&gt;. Obat jenis ini digunakan untuk pengobatan vestibular neuronitis dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;slow onset of action&lt;/span&gt; -nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Benzodiazepine&lt;/h3&gt;Dengan mengikat reseptor spesifik, obat ini dapat mengoptimalisasikan efek GABA dan memfasilitasi inhibitor GABA neurotransmitter dan transmiter-transmiter lain. Efek ini dapat mencegah terjadinya vertigo dan emesis.&lt;br /&gt;Jenis obat ini tentu tidak asing untuk kita semua, diantaranya adalah diazepam (Valium) dan turunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Phenothiazine&lt;/h3&gt;Obat ini efektis mencegah emesis dengan efeknya terhadap dopaminergik mesolimbik sistem.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;Promethazine (Phenergan), salah satu jenis obat ini berupa antidopaminergic yang dapat memblok reseptor dopaninergik mesolimbik post sinapsdi otak dan mengurangi rangsangan terhadap brainstem reticular system.&lt;br /&gt;Prochlorperazine (Compazine) dapat mengurangi gejala mual dan muntah dengan cara yang sama.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Monoaminergic&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Obat ini dapat mengurangi gejala vertigo dengan perangsangan the sympathetic system. Ephedrine (Pretz-D) mengeluarkan  cadangan epinephrine serta memproduksi alpha- dan beta-adrenergic receptors.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Preference  :&lt;br /&gt;1. http://emedicine.medscape.com/article/1158940-treatment&lt;br /&gt;2. http://id.wikipedia.org/wiki/Vertigo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar tulisan serius diatas, pengalaman penulis menggunakan obat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Betahistin, Flunarizine dan Analsik&lt;/span&gt; cukup membantu memulihkan kondisi walaupun memang mambutuhkan waktu kurang lebih 3 sampai 4 hari untuk beristirahat.&lt;br /&gt;Semoga berkenan dan bermanfaat untuk rekan sejawat. Amin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-1567230054305622613?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/1567230054305622613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=1567230054305622613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/1567230054305622613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/1567230054305622613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/08/vertigo-dapat-digolongkan-sebagai-salah.html' title='Dahsyatnya ...VERTIGO...'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SoSfxs1SqyI/AAAAAAAAA14/alLvrFbD9fY/s72-c/pusing1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-4597476469345473302</id><published>2009-07-29T08:13:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:04:42.458-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disease'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;SWINE INFLUENZA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berupa presentasi Swine Influenza yang diberikan oleh dr.Alan Sumarlan,SpPD.&lt;br /&gt;diberikan sebagai update informasi sehubungan dengan menigkatnya angka kejadian swine influenza di Indonesia&lt;br /&gt;Refenrensi diambil dari &lt;a style="color: rgb(255, 255, 102);" href="http://www.cdc.gov/"&gt;Centers for Disease Control and prevention&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dan campuran dari berbagai texbook&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SnBoQxE9jnI/AAAAAAAAA1w/x30VP-kwiYI/s1600-h/swineinfluenza.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SnBoQxE9jnI/AAAAAAAAA1w/x30VP-kwiYI/s200/swineinfluenza.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363901793459605106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;RSUD Cilegon, Juli 2009&lt;br /&gt;Download klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5823353/SwineorigininfluenzaAH1N1.ppt.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5823353/SwineorigininfluenzaAH1N1.ppt.html" class="normal12blue"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-4597476469345473302?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/4597476469345473302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=4597476469345473302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/4597476469345473302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/4597476469345473302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/07/swine-influenza-berupa-presentasi-swine.html' title=''/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SnBoQxE9jnI/AAAAAAAAA1w/x30VP-kwiYI/s72-c/swineinfluenza.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-1717207145516669571</id><published>2009-07-29T07:32:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T08:33:21.953-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refresh'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;EKG-Miokard Infark&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berupa presentasi EKG yang diberikan oleh dr.Alan K.,SpPD&lt;br /&gt;diperuntukkan sebagai refresh ilmu EKG terutama berhubungan dengan miokard infark&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SnBit05_xfI/AAAAAAAAA1o/34BNz5Yt9oc/s1600-h/ekg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SnBit05_xfI/AAAAAAAAA1o/34BNz5Yt9oc/s200/ekg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363895695633794546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Rabu, 29 Juli 2009&lt;br /&gt;Download klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5822757/ekg.ppt.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-1717207145516669571?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/1717207145516669571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=1717207145516669571' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/1717207145516669571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/1717207145516669571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/07/download-file-file-pilihan-kamu-disini.html' title=''/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SnBit05_xfI/AAAAAAAAA1o/34BNz5Yt9oc/s72-c/ekg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-1890796643359726408</id><published>2009-07-25T03:21:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T06:08:35.347-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='books'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspiration'/><title type='text'>10-1 = 19?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SmsAjKnebPI/AAAAAAAAA1g/SLAU-VLlcn8/s1600-h/giving-to-charity.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SmsAjKnebPI/AAAAAAAAA1g/SLAU-VLlcn8/s200/giving-to-charity.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362380385460055282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan orang baik, tapi ada yang ingin kubagi hari ini teman.&lt;br /&gt;Mungkin ada beberapa orang yang bingung tentang judul yang kutulis diatas.&lt;br /&gt;Bodoh sekali ya, masa 10-1=19&lt;br /&gt;Apa gak pernah makan bangku sekolah kali ya?&lt;br /&gt;(hehe ya iya lah, mana ada yang doyan y?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurangan diatas dihitung tidak berdasarkan ilmu yang kita kebanyakan orang kenal, namun menggunakan menggunakan rumus Al-qur'an, rumus sedekah tepatnya. Dalam Alquran disebutkan bahwa Yang Maha Pengasih akan mengganti sepuluh kali lipat uang yang kita sedekahkan (jangan ada keraguan atasnya ok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini,&lt;br /&gt;saat kita memberikan 1 bagian uang ataupun barang yang kita sedekahkan, maka Allah akan ganti dengan 10 bagian.&lt;br /&gt;So,&lt;br /&gt;10-1=9 ini yang secara phisically kita&lt;br /&gt;Namun, Allah ganti 1 yang kita beri dengan 10 bagian&lt;br /&gt;Jumlahnya&lt;br /&gt;9+10=19&lt;br /&gt;Jadii.. saat kita memberi untuk orang lain sebetulnya uang kita tidak akan berkurang, justru akan bertambah banyak. Dan semakin kita memberi semakin banyak maka semakin banyak juga yang akan kita terima. Mau bukti ???&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;10-1= --&gt; 9+(10x1)   =19&lt;/li&gt;&lt;li&gt;10-2= --&gt; 8+(10x2)  =28&lt;/li&gt;&lt;li&gt;10-3= --&gt; 7+(10x1)   =37&lt;/li&gt;&lt;li&gt;10-4= --&gt; 8+(10x1)  =48&lt;/li&gt;&lt;li&gt;10-5= --&gt; 5+(10x1)   =55&lt;/li&gt;&lt;li&gt;10-6= --&gt; 4+(10x1)   =64&lt;/li&gt;&lt;li&gt;10-7= --&gt; 3+(10x1)   =73&lt;/li&gt;&lt;li&gt;10-8= --&gt; 8+(10x1)   =82&lt;/li&gt;&lt;li&gt;10-9= --&gt; 1+(10x1)    =91&lt;/li&gt;&lt;li&gt;10-10= --&gt; 0+(10x10) =100&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Ilustrasi realnya seperti ini. Kita bandingkan, sebut saja biasa kita mengikuti perintah minimum untuk memberikan 2,5% dari yang kita miliki dengan kita memberikan 10% dari penghasilan kita, misalkan Rp.1.000.000 (satu juta rupiah) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2,5% x 1.000.000=25.000  --&gt; 975.000 + (10x25000)= 975.000+250.000=1.225.000&lt;br /&gt;10% x 1.000.000=100.000 --&gt; 900.000 + (10x100.000)= 900.000+1.000.000= 1.900.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat perhitungan diatas pastinya secara manusiawi kita menginginkan mendapatkan yang lebih besar bukan? Nah PR-besar kita sekarang adalah bagaimana meyakinkan hati kita ini yang kadang-kadang begitu enggannya untuk 'memberi' bahwa sedikitpun harta kita tidak akan pernah berkurang dengan melakukan sedekah.Namun terkadang terlalu sulit buat kita memahami hal ini.&lt;br /&gt;Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Inspired from "The Miracle of Giving", Ust. Yusuf Mansur&lt;br /&gt;Image : http://2.bp.blogspot.com/_SO_JYKtl9A8/R-aHTSOcTdI/AAAAAAAACJs/NxBXcKBoigQ/s400/giving-to-charity.jpg&lt;br /&gt;Cilegon, 25 Juli 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-1890796643359726408?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/1890796643359726408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=1890796643359726408' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/1890796643359726408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/1890796643359726408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/07/10-1-19.html' title='&lt;span style=&quot;font-size:300%;&quot;&gt;10-1 = 19?&lt;/span&gt;'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SmsAjKnebPI/AAAAAAAAA1g/SLAU-VLlcn8/s72-c/giving-to-charity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-7534915603512908222</id><published>2009-07-09T01:56:00.000-07:00</published><updated>2010-01-09T02:18:10.990-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><title type='text'>Undang-Undang Praktik Kedokteran No.29 Tahun 2004</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/S0hXCvd1YfI/AAAAAAAAA28/NcfKk_HF5Zk/s1600-h/Screenshot.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 290px; height: 116px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/S0hXCvd1YfI/AAAAAAAAA28/NcfKk_HF5Zk/s200/Screenshot.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424681455780717042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ditengah kondisi hiruk pikuk hukum yang demikian dinamis, suatu kebutuhan mutlak untuk Dokter dan Dokter Gigi di Indonesia memahami regulasi profesi dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Download Klik &lt;a href="http://www.blogger.com/%20%09%20http://www.ziddu.com/download/8081119/UUNo29Tahun2004-PraktikKedokteran.pdf.html"&gt;Disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-7534915603512908222?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/7534915603512908222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=7534915603512908222' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/7534915603512908222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/7534915603512908222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/07/undang-undang-praktik-kedokteran-no29.html' title='Undang-Undang Praktik Kedokteran No.29 Tahun 2004'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/S0hXCvd1YfI/AAAAAAAAA28/NcfKk_HF5Zk/s72-c/Screenshot.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-8792835214770102150</id><published>2009-06-18T00:15:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T09:01:46.252-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspiration'/><title type='text'>Orang Gila Pun Bisa Jujur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3R2xzaoQplU/R8aKBbBNISI/AAAAAAAAAWk/W-lcSxijOlQ/s320/orang%2Bgila.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 257px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3R2xzaoQplU/R8aKBbBNISI/AAAAAAAAAWk/W-lcSxijOlQ/s320/orang%2Bgila.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Awalnya bermula dari rasa iba liat seorang pasien terlantar di satu ruangan perawatan tempatku bekerja. Tepatnya, pasien adalah penderita gangguan jiwa, atau dalam dunia kesehatan dikenal dengan skizofrenia, atau dalam bahasaku kusebut penyakit gila nomor satu. hehe...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang pasien, sebut saja Ny.X datang beberapa minggu sebelumnya diantar oleh polisi lalulintas yang menemukannya tergeletak dipinggir jalan setelah sebelumnya terserempet mobil (paling tidak ini versi yang sampai ditelingaku). Kecelakaan tersebut mengakibatkan Ny.X tidak dapat berjalan seperti sediakala, sehingga petualangan panjangnya berakhir di tempatku berkerja.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menjalani perawatan beberapa minggu gak lantas membuat Ny.X sembuh total. Ia tetap tidak mampu berjalan. Dan ironisnya gak pernah ada keluarga atau kerabat dekat yang nemenin pasien yang satu ini. Miris memang saat melihat kondisi Ny.X dengan kondisi serba keterbatasan, tanpa seorangpun disampingnya.&lt;br /&gt;Pihak direksi memutuskan bahwa sudah waktunya agar pasien segera dipulangkan karena pihak rumah sakit tidak dapat memberikan kebijakan lebih dari yang sudah diberikan. Pertanyaan besar selanjutnya adalah ?? Kemana pasien ini akan dipulangkan?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak kepolisian yang sedia kala nganterin ke RS gak bisa 'mulangin' ni pasien karena memang tidak ada data atau identitas apapun atas pasien.&lt;br /&gt;Menghubungi Dinas Sosial kota, jawabnya sedang tidak ada program untuk rehabitasi pasien semacam ini.&lt;br /&gt;Konfirmasi RS Jiwa di central negeri ini, mereka (pihak RSJ) menjawab dengan pernyataan bahwa pasien dapat diterima di pusat rehabilitasi tersebut jika ada pihak keluarga yang mengantar. Sama saja, tidak menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;Selama dua hari pihak  RS kebingungan menjawab pertanyaan diatas. "Kemana?, Kemana harus mengembalikan pasien tersebut ke kuluarga??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya cara adalah dengan menanyakan langsung kepada Ny.X, tentang keberadaan keluarga terdekatnya, yang ia kenali atau minimal ia ingat, deh.&lt;br /&gt;Hasilnya, NY.X menjawab bahwa ia tinggal di sebuah kampung bernama kampung "Kedongdong" (sebenarnya lho) dan menyebutkan sebuah nama, bibinya, sebut saja Bibi A (istri dari Mamang B). Lokasinya sekitaran daerah wisata pantai Anyer-Carita, ujung barat pulau jawa.&lt;br /&gt;Percaya atau tidak, pernyataan pasien di catat sebagai satu-satunya bukti informasi yang bisa didapat.&lt;br /&gt;Pikir kami, daripada tidak ada sama sekali. ;p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, wHat???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang akan mengantar? yang pasti bukan aku, hehe.. sedikit trauma terlalu deket ma penderita skizoprenia waktu menjalani pendidikan dulu. Beberapa malamku diwarnai mimpi buruk tentang orang-orang kurang waras (secara mental) itu lantaran mereka sedikit pengen lebih deket ma gw.. huahaha.. bcanda!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cuma manawarkan buat cari alamat si Bibi A istri dari Mang B tersebut.&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya adalah, jujurkah ny. X sebagai seorang penderita penyakit gila nomor satu itu??? Apakah mungkin seorang pasien skizofrenia yang biasa ngomong ngelantur ngalor ngidul ra jelas juntrungan bicara jujur walaupun untuk dirinya sendiri???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang, Aku bersama seorang teman yang kebetulan agak cukup sangat menjiwai Ny.X - (yang kebetulan sedang konsen ma tes masuk PPDS Spesialis jiwa)- yang juga agak2, hehe pizz ah mba Yeni!! memutuskan buat berrrrrrangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kali ini adalah perjalanan pembuktian sebuah hipotesa &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;"Mungkinkah seorang penderita Skizofrenia tingkat tinggi mampu memberikan pernyataan JUJUR sekali ini saja??"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat pukul 14.00 dan baru mendekati daerah yang dimaksud sekitar pukul 16.00 setelah menempuh perjalan sekitar 2345 tahun cahaya (hehe 2 jam klo dikonversikan ke waktu bumi). Sampai di kecamatan yang dituju, kami makin merasakan klo perjalanan ini mungkin bisa langsung diakhiri saja klo memang kampung yang dituju memang gak pernah ada dibumi, dan hanya ada di alam pikir Ny.X saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat seorang tua yang tengah asik duduk di sebuah warung kopi, sambil menikmati rokok kretek ekonomis namun gak kalah rasa ma rokok paling mahal manapun dieropa sono - kami memutuskan buat melontarkan pertanyaan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak, ada gak kampung kedongdong didaerah sini?" (sebenernya pengen ketawa, klo inget)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suerr.. kaget berat waktu Bapak tua itu ngomong &lt;br /&gt;" Aya Cep!! tah cakeut pasar carita"&lt;br /&gt;(yang artinya masih sekitar setengah jam dari tempat Kami nanya, hehe kesimpulan cakeut adalah sekitar 7 KM)&lt;br /&gt;Gak langsung kami telan mentah-mentah madu manis pertama yang kami dapet. Perlu kontrol dalam istilah sebuah eksperimen bilang. Tanya sekali lagi!!! ma orang yang beda, jenis kelamin beda, hehe maen gender nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak jauh dari tempat barusan, kami kembali menanyakan lokasi kampung kedongdong ke sebuah eit seorang ibu-ibu separuh baya yang tengah 'ngemong' anak perempuannya ditepi jalan. Lucunya, tanggapan si ibu,beliau langsung menanyakan maksud dan tujuan Kami ke kampung kedongdong. Dan dia justru terhanyut ma cerita singkat yang gw ceritain. Hehe.. kena deh!!!&lt;br /&gt;Petunjuk makin terang, karena kampung kedongdong memang ada di dunia nyata, bukan cuma di kepala Ny.X. Alhamdulillah beberapa saat kemudian kami tiba di kampung yang dimaksud, tanpa kesulitan Kami dapat menemui rumah Bibi A istri dari Mamang B karena didampingi utusan langsung ibu RT. Hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya cerita masih panjang, namun inti dari apa yang aku angkat dari sepenggal episode ini tampaknya telah cukup bisa dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                       Intinya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    "ORANG GILA AJA BISA JUJUR, MASA KITA GAK YA ?!!"&lt;br /&gt;                                       MALU ahh...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko Indra P&lt;br /&gt;Cilegon-Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;image :http://3.bp.blogspot.com/_3R2xzaoQplU/R8aKBbBNISI/AAAAAAAAAWk/W-lcSxijOlQ/s320/orang%2Bgila.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://senseheal.blogspot.com/2009/04/orang-gila-pun-bisa-jujur.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-8792835214770102150?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/8792835214770102150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=8792835214770102150' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/8792835214770102150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/8792835214770102150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/04/orang-gila-pun-bisa-jujur.html' title='Orang Gila Pun Bisa Jujur'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3R2xzaoQplU/R8aKBbBNISI/AAAAAAAAAWk/W-lcSxijOlQ/s72-c/orang%2Bgila.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-6636842062314115508</id><published>2009-05-31T08:26:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T09:02:28.637-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspiration'/><title type='text'>METAFORA MAKNA HIDUP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiO_F0499BI/AAAAAAAAAi4/Al2hUyGM06E/s1600-h/DSC_0317.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiO_F0499BI/AAAAAAAAAi4/Al2hUyGM06E/s200/DSC_0317.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342323689809376274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tertarik dengan salah satu isi pikiran Roger Von Oech dengan karyanya "WHACK" tentang bagaimana merubah suatu paradigma asing menjadi lebih dikenal yaitu dengan menggunakan metafora. Hal ini digunakan untuk memerangi bahaya kebekuan kreativitas yang disebabkan oleh cara berpikir yang terlampau keras, kaku, bahkan kolot. hehe berlebihan deh kyanya..&lt;br /&gt;Kunci menuju cara berpikir metaforisadalah kesamaan. Yang jelas, beginilah cara berpikir kita berkembang: kita memahami hal yang asing melalui kesamaan yang ada didalamnya dengan apa yang sudah kita kenal.sebagai contoh, apa julukan kendaraaan bermotor yang pertama kali diciptakan? betul, "kereta tanpa kuda". sedangkan lokomotif pertama disebut "kuda besi". Kita selalu mengacu kepada kemiripan diantara berbagai hal.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;metafora cukup berguna untuk membantu anda memperoleh pandangan berbeda tentang suatu masalah. Sebagai contoh, pada abad ke-17 William Henrytidak melihat sebagai jantung sebagai alat tubuh ataupun organ, melainkan sebagai pompa. Ini merupakan alah satu penemuan dalam bidang kedokteran bukan??? karena hal ini membawanya pada penemuan tentang peredaran darah.&lt;br /&gt;Contoh lain Kawan, awal abad 20 Niels Bohr, seorang Fisikawan Denmark mengembangkan model baru tentang atom dengan cara membandingkannya dengan tata surya. dalam kerangka kerjanya ia memperkirakan bahwa matahari menggambarkan nukleus sedangkan planet-planet menggambarkan elektron-elektron.&lt;br /&gt;Selain itu Kawan, metafora juga efektif untuk membuat ide-ide yang rumit menjadi lebih mudah dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah makna hidup???&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Hidup bagaikan DONUTS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasanya lezat bila masih baru dan hangat tetapi seringkali terasa sedikit keras. Lubang dibagian tengah adalah misterinya. namun, tanpa lubang tadi, donuts bukanlah donuts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Hidup bagaikan memakan buah jeruk Bali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali kita harus mengupas kulitnya, kemudian diperlukan beberapa gigitan untuk membiasakan diri dengan citarasanya, dan tepat ketika kita mulai menikmatinya, sarinya muncrat ke mata kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Hidup ini bagaikan Pisang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita awali dengan warna hijau dan dengan bertambahnya usia, anda berubah menjadi lembek dan mulai meracau. Ada orang yang ingin menjadi salah satu dari sisir pisang, dan ada pula yang ingin menjadi pisang yang paling atas. Kita harus berhati-hati agar tidak termasuk pisang yang paling pinggir. Dan akhirnya,  tentu saja, kita harus mengupas kulitnya agar mencapai daging buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Hidup bagaikan memasak makanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;semua tergantung pada apa yang kita bubuhkan dan cara  mencampurnya. Ada kalanya mengikuti resep dan terkadang kita perlu menjadi kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Hidup bagaikan potongan Puzzle&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;tetapi kita tidak punya gambar ditutup kotaknya untuk tahu  akan berbentuk apa gambar itu nantinya. Terkadang kita bahkan tidak yakin apakah kita telah memiliki semua kepingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup bagaikan lorong-lorong labirin&lt;br /&gt;Yang kita coba hindari jalan keluarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Hidup bagaikan permainan poker&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terkadang kita membagi atau dibagikan kartu. Pernainan ini mencakup keterampilan dan keberuntungan. Bertaruh, mencocokkan, menggertak, dan mengumpulkan angka. Kita belajar dari mereka yang bermain bersama kita. Adakalanya anda menang atau kalah total. Namun apapun yang terjadi, adalah paling baik bila terus bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Hidup bagaikan ruangan&lt;/span&gt; dengan banyak pintu terbuka yang tertutup sementara kita makin tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut anda bagaimanakah metafora hidup anda sendiri??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-6636842062314115508?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/6636842062314115508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=6636842062314115508' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/6636842062314115508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/6636842062314115508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/05/metafora-makna-hidup.html' title='METAFORA MAKNA HIDUP'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiO_F0499BI/AAAAAAAAAi4/Al2hUyGM06E/s72-c/DSC_0317.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-4712640036858136246</id><published>2009-05-30T10:00:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T09:03:18.253-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disease'/><title type='text'>Cronic Renal Failure</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Sh_8oSF0RYI/AAAAAAAAAiQ/vmGm3SaNmsU/s1600-h/NewsImage.ashx.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Sh_8oSF0RYI/AAAAAAAAAiQ/vmGm3SaNmsU/s200/NewsImage.ashx.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341265452065899906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Pengertian gagal ginjal Kronik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gagal Ginjal Kronik (CRF) atau penyakit ginjal tahap akhir adalah gangguan fungsi ginjal yang menahun bersifat progresif dan irreversibel. Dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit, menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah) ( KMB, Vol 2 hal 1448).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Etiologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyebab gagak ginjal kronik cukup banyak tetapi untuk keperluan klinis dapat dibagi dalam 2 kelompok :&lt;br /&gt;1. Penyakit parenkim ginjal&lt;br /&gt;Penyakit ginjal primer : Glomerulonefritis, Mielonefritis, Ginjal polikistik, Tbc ginjal&lt;br /&gt;Penyakit ginjal sekunder : Nefritis lupus, Nefropati, Amilordosis ginjal, Poliarteritis nodasa, Sclerosis sistemik progresif, Gout, Dm&lt;br /&gt;2. Penyakit ginjal obstruktif : pembesaran prostat,Batu saluran kemih, Refluks ureter,&lt;br /&gt;Secara garis besar penyebab gagal ginjal dapat dikategorikan&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Infeksi yang berulang dan nefron yang memburuk&lt;br /&gt;Obstruksi saluran kemih&lt;br /&gt;Destruksi pembuluh darah akibat diabetes dan hipertensi yang lama&lt;br /&gt;Scar pada jaringan dan trauma langsung pada ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Patofisiologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2 pendekatan teoritis yang biasanya diajukan untuk menjelaskan gangguan fungsi ginjal pada Gagal ginjal Kronis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sudut pandang tradisional&lt;br /&gt;Mengatakan bahwa semua unit nefron telah terserang penyakit namun dalam stadium yang berbeda-beda, dan bagian spesifik dari nefron yang berkaitan dengan fungsi –fungsi tertentu dapat saja benar-benar rusak atau berubah strukturnya, misalnya lesi organic pada medulla akan merusak susunan anatomic dari lengkung henle.&lt;br /&gt;2. Pendekatan Hipotesis Bricker atau hipotesis nefron yang utuh&lt;br /&gt;Berpendapat bahwa bila nefron terserang penyakit maka seluruh unitnya akan hancur, namun sisa nefron yang masih utuh tetap bekerja normal. Uremia akan timbul bila jumlah nefron yang sudah sedemikian berkurang sehingga keseimbangan cairan dan elektrolit tidak dapat dipertahankan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaptasi penting dilakukan oleh ginjal sebagai respon terhadap ancaman ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Sisa nefron yang ada mengalami hipertrofi dalam usahanya untuk melaksanakan seluruh beban kerja ginjal, terjadi peningkatan percepatan filtrasi, beban solute dan reabsorpsi tubulus dalam setiap nefron yang terdapat dalam ginjal turun dibawab normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme adaptasi ini cukup berhasil dalam mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh hingga tingkat fungsi ginjal yang rendah.&lt;br /&gt;Namun akhirnya kalau 75 % massa nefron telah hancur, maka kecepatan filtrasi dan beban solute bagi tiap nefron sedemikian tinggi sehingga keseimbangan glomerolus-tubulus tidak dapat lagi dipertahankan. Fleksibilitas baik pada proses ekskresi maupun konsentrasi solute dan air menjadi berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Perjalanan klinis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan umum gagal ginjal progresif dapat dibagi menjadi 3 atadium&lt;br /&gt;Stadium I&lt;br /&gt;Penurunan cadangan ginjal (faal ginjal antar 40 % – 75 %). Tahap inilah yang paling ringan, dimana faal ginjal masih baik. Pada tahap ini penderita ini belum merasasakan gejala gejala dan pemeriksaan laboratorium faal ginjal masih dalam masih dalam batas normal. Selama tahap ini kreatinin serum dan kadar BUN (Blood Urea Nitrogen) dalam batas normal dan penderita asimtomatik. Gangguan fungsi ginjal mungkin hanya dapat diketahui dengan memberikan beban kerja yang berat, sepersti tes pemekatan kemih yang lama atau dengan mengadakan test GFR yang teliti.&lt;br /&gt;Stadium II&lt;br /&gt;Insufiensi ginjal (faal ginjal antar 20 % – 50 %). Pada tahap ini penderita dapat melakukan tugas tugas seperti biasa padahal daya dan konsentrasi ginjaL menurun. Pada stadium ini pengobatan harus cepat daloam hal mengatasi kekurangan cairan, kekurangan garam, gangguan jantung dan pencegahan pemberian obat obatan yang bersifat menggnggu faal ginjal. Bila langkah langkah ini dilakukan secepatnya dengan tepat dapat mencegah penderita masuk ketahap yang lebih berat. Pada tahap ini lebih dari 75 % jaringan yang berfungsi telah rusak. Kadar BUN baru mulai meningkat diatas batas normal. Peningkatan konsentrasi BUN ini berbeda beda, tergantung dari kadar protein dalam diit.pada stadium ini kadar kreatinin serum mulai meningkat melebihi kadar normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insufiensi ginjal (faal ginjal antar 20 % – 50 %). Pada tahap ini penderita dapat melakukan tugas tugas seperti biasa padahal daya dan konsentrasi ginjaL menurun. Pada stadium ini pengobatan harus cepat daloam hal mengatasi kekurangan cairan, kekurangan garam, gangguan jantung dan pencegahan pemberian obat obatan yang bersifat menggnggu faal ginjal. Bila langkah langkah ini dilakukan secepatnya dengan tepat dapat mencegah penderita masuk ketahap yang lebih berat. Pada tahap ini lebih dari 75 % jaringan yang berfungsi telah rusak. Kadar BUN baru mulai meningkat diatas batas normal. Peningkatan konsentrasi BUN ini berbeda beda, tergantung dari kadar protein dalam diit.pada stadium ini kadar kreatinin serum mulai meningkat melebihi kadar normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poliuria akibat gagal ginjal biasanya lebih besar pada penyakit yang terutama menyerang tubulus, meskipun poliuria bersifat sedang dan jarang lebih dari 3 liter / hari. Biasanya ditemukan anemia pada gagal ginjal dengan faal ginjal diantara 5 % – 25 % . faal ginjal jelas sangat menurun dan timbul gejala gejala kekurangan darah, tekanan darah akan naik, , aktifitas penderita mulai terganggu.&lt;br /&gt;Stadium III&lt;br /&gt;Uremi gagal ginjal (faal ginjal kurang dari 10 %)&lt;br /&gt;Semua gejala sudah jelas dan penderita masuk dalam keadaan diman tak dapat melakukan tugas sehari hair sebaimana mestinya. Gejal gejal yang timbul antara lain mual, munta, nafsu makan berkurang., sesak nafas, pusing, sakit kepala, air kemih berkurang, kurang tidur, kejang kejang dan akhirnya terjadi penurunan kesadaran sampai koma. Stadum akhir timbul pada sekitar 90 % dari massa nefron telah hancur. Nilai GFR nya 10 % dari keadaan normal dan kadar kreatinin mungkin sebesar 5-10 ml / menit atau kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada keadaan ini kreatinin serum dan kadar BUN akan meningkat dengan sangat mencolok sebagai penurunan. Pada stadium akhir gagal ginjal, penderita mulai merasakan gejala yang cukup parah karena ginjal tidak sanggup lagi mempertahankan homeostatis caiaran dan elektrolit dalam tubuh. Penderita biasanya menjadi oliguri (pengeluaran kemih) kurang dari 500/ hari karena kegagalan glomerulus meskipun proses penyakit mula mula menyerang tubulus ginjal,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kompleks menyerang tubulus gijal, kompleks perubahan biokimia dan gejala gejala yang dinamakan sindrom uremik mempengaruhi setiap sistem dalam tubuh. Pada stadium akhir gagal ginjal, penderita pasti akan menggal kecuali ia mendapat pengobatan dalam bentuk transplantasi ginjal atau dialisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Manifestasi klinis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Gangguan pernafasan&lt;br /&gt;- Udema&lt;br /&gt;- Hipertensi&lt;br /&gt;- Anoreksia, nausea, vomitus&lt;br /&gt;- Ulserasi lambung&lt;br /&gt;- Stomatitis&lt;br /&gt;- Proteinuria&lt;br /&gt;- Hematuria&lt;br /&gt;- Letargi, apatis, penuruna konsentrasi&lt;br /&gt;- Anemia&lt;br /&gt;- Perdarahan&lt;br /&gt;- Turgor kulit jelek, gatak gatal pada kulit&lt;br /&gt;- Distrofi renal&lt;br /&gt;- Hiperkalemia&lt;br /&gt;- Asidosis metabolic&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Test diagnostik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;A. Urine :&lt;br /&gt;     - Volume&lt;br /&gt;     - Warna&lt;br /&gt;     - Sedimen&lt;br /&gt;     - Berat jenis&lt;br /&gt;     - Kreatinin&lt;br /&gt;     - Protein&lt;br /&gt;B. Darah :&lt;br /&gt;    Bun / kreatinin&lt;br /&gt;    Hitung darah lengkap&lt;br /&gt;    Sel darah merah&lt;br /&gt;    Natrium serum&lt;br /&gt;    Kalium&lt;br /&gt;    Magnesium fosfat&lt;br /&gt;    Protein&lt;br /&gt;    Osmolaritas serum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pielografi intravena&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Menunjukkan abnormalitas pelvis ginjal dan ureter&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pielografi retrograd&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dilakukan bila dicurigai ada obstruksi yang reversibel&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Arteriogram ginjal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Mengkaji sirkulasi ginjal dan mengidentifikasi ekstravaskular, massa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;D. Sistouretrogram berkemih&lt;br /&gt;    Menunjukkan ukuran kandung kemih, refluks kedalam ureter, retensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Ultrasono ginjal&lt;br /&gt;    Menunjukkan ukuran kandung kemih, dan adanya massa, kista, obstruksi pada saluran        &lt;br /&gt;    perkemihan bagian atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Biopsi ginjal&lt;br /&gt;    Mungkin dilakukan secara endoskopi untuk menentukan sel jaringan untuk diagnosis&lt;br /&gt;    histologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Endoskopi ginjal nefroskopi&lt;br /&gt;    Dilakukan untuk menentukan pelvis ginjal ; keluar batu, hematuria dan pengangkatan tumor&lt;br /&gt;    selektif&lt;br /&gt;H. EKG&lt;br /&gt;    Mungkin abnormal menunjukkan ketidakseimbangan elektrolit dan asam basa, aritmia,  &lt;br /&gt;    hipertrofi ventrikel dan tanda tanda perikarditis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Penatalaksanaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dialisis&lt;br /&gt;Dialisis dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi gagal ginjal akut yang serius, seperti hiperkalemia, perikarditis dan kejang. Perikarditis memperbaiki abnormalitas biokimia ; menyebabkan caiarn, protein dan natrium dapat dikonsumsi secara bebas ; menghilangkan kecendurungan perdarahan ; dan membantu penyembuhan luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penanganan hiperkalemia&lt;br /&gt;Keseimbangan cairan dan elektrolit merupakan masalah utama pada gagal ginjal akut ; hiperkalemia merupakan kondisi yang paling mengancam jiwa pada gangguan ini. Oleh karena itu pasien dipantau akan adanya hiperkalemia melalui serangkaian pemeriksaan kadar elektrolit serum ( nilai kalium &gt; 5.5 mEq/L ; SI : 5.5 mmol/L), perubahan EKG (tinggi puncak gelombang T rendah atau sangat tinggi), dan perubahan status klinis. Pningkatan kadar kalium dapat dikurangi dengan pemberian ion pengganti resin (Natrium polistriren sulfonat [kayexalatel]), secara oral atau melalui retensi enema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mempertahankan keseimbangan cairan&lt;br /&gt;Penatalaksanaan keseimbanagan cairan didasarkan pada berat badan harian, pengukuran tekanan vena sentral, konsentrasi urin dan serum, cairan yang hilang, tekanan darah dan status klinis pasien. Masukkan dan haluaran oral dan parentral dari urine, drainase lambung, feses, drainase luka dan perspirasi dihitung dan digunakan sebagai dasar untuk terapi penggantia cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONTOH KESIMPULAN PENGKAJIAN&lt;br /&gt;Nama klien Hj. H&lt;br /&gt;Umur 85 tahun.&lt;br /&gt;Masuk RS Tgl 30 April 2005 dengan keluhan Tidak bisa buang air kecil dan sakit pinggang sebelah kanan.. Keluhan ini berlangsung 3 hari dirumah. Awalnya klien tidak bisa buang air besar  2 hari lalu klien menggunakan dulcolax suppositoria selama 2 hari berturut-turut dan klien bisa BAB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari kemudian klien susah kencing, walau mengejan air kencing tidak bisa keluar, lalu keluarga membawanya ke Rumah Sakit. Sesampai di Rumah Sakit dipasang Kateter dan air kencing lancer keluar keluar berwarna agak merah kemudian yang keluar berwarna agak coklat seperti air teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pengkajian klien telah dirawat selama 3 hari data focus yang diperoleh:&lt;br /&gt;Keadaan umum klien agak lemah, tungkai bawah lemas,tidak bertenaga, kulit keriput tidak elastis. odema pretibial. Tonus otot kurang. selalu berbaring ditempat tidur, ativitas sehari, hari dibantu oleh anaknya, terpasang kateter urine warna coklat seperti air teh, kain pengalas basah dan berbau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TD 160/ 90 mmHg. Nadi 82 x/ menit, suhu Badan 36,2O C, sclera tampak pucat, secret mata ( + ). Mulut/ napas berbau amonia, bicara lirih kadang kurang jelas,&lt;br /&gt;Hasil pemeriksaan Laboratorium&lt;br /&gt;Tgl; 2/5 2005&lt;br /&gt;Ureum : 202,32&lt;br /&gt;Kreatinin : 3, 93&lt;br /&gt;SGOT : 19&lt;br /&gt;SGPT : 30&lt;br /&gt;WBC : 5,5 x 103 / l&lt;br /&gt;RBC : 3,90&lt;br /&gt;HGB : 10,7&lt;br /&gt;HCT : 32,5%&lt;br /&gt;GDS : 161&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan Penunjang&lt;br /&gt;Hasil USG:&lt;br /&gt;Ginjal : Tampak kedua ginjal mengecil dengan echodifferensiasi tidak jelas ( ginjal kanan 5,9 x 3,1 cm; ginjal kiri 5,8 x 2,5 cm ).&lt;br /&gt;Kesan : PNC bilateral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERAPI MEDIS&lt;br /&gt;Obat – obatan :&lt;br /&gt;IVFD NaCl 0,9 % 20 tts/ menit&lt;br /&gt;Allopurinol 300mg 1-0-0&lt;br /&gt;Zonidip 10mg 0-0-1&lt;br /&gt;Fibrat 300mg 0-0-1&lt;br /&gt;Inj. Neurosanbe 1 amp/ hari/ drips&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengkajian , diagnosa keperawatan yang didapat :&lt;br /&gt;1. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urin, retensi cairan dan natrium.&lt;br /&gt;2. Gangguan pemenuhan ADL berhubungan dengan kelemahan fisik.&lt;br /&gt;3. Perubahan membrane mukosa oral berhubungan dengan iritasi kimia.&lt;br /&gt;4. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan penurunan aktivitas, gangguan status metabolic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana tindakan :&lt;br /&gt;1. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urin, retensi cairan dan natrium.&lt;br /&gt;1. Kaji status cairan :&lt;br /&gt;Timbang berat badan harian&lt;br /&gt;Keseimbangan masukan dan haluaran&lt;br /&gt;Turgor kulit dan adanya oedema&lt;br /&gt;Tekanan darah, denyut dan irama nadi.&lt;br /&gt;2. Batasi masukan cairan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Identifikasi sumber potensial cairan&lt;br /&gt;Medikasi dan cairan yang digunakan untuk pengobatan, oral dan intra vena.&lt;br /&gt;Makanan&lt;br /&gt;4. Jelaskan rasional pembatasan cairan&lt;br /&gt;5. Bantu klien dalam mengatasi ketidaknyamanan akibat pembatasan cairan.&lt;br /&gt;6. Tingkatkan dan dorong hygiene oral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gangguan pemenuhan ADL berhubungan dengan kelemahan fisik.&lt;br /&gt;Tentukan kemampuan klien untuk berpartyisipasi dalam aktifitas perawatan diri. ( skala 0 – 4 ).&lt;br /&gt;Berikan bantuan dengan aktifitas yang diperlukan&lt;br /&gt;Anjurkan keluarga untuk membantu pemenuhan ADL klien ditempat tidur.&lt;br /&gt;Bantu keluarga dalam perawatan diri klien ditempat tidur.&lt;br /&gt;Anjurkan keluarga untuk menganti alas bokong jika basah.&lt;br /&gt;Bantu dan motivasi keluarga untuk menjaga kebersihan tubuh klien,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perubahan membrane mukosa oral berhubungan dengan iritasi kimia.&lt;br /&gt;1. Inspeksi rongga mulut perhatikan kelembapan, karakter saliva, adanya inflamasi, ulserasi.&lt;br /&gt;2. Berikan cairan sepanjang 24 jam dalam batas yang ditentukan.&lt;br /&gt;3. Berikan perawatan mulut sering.&lt;br /&gt;4. Anjurkan hygiene mulut setelah makan dan menjelang tidur.&lt;br /&gt;5. Anjurkan klien untuk menghindari pencuci mulut lemon/ bahan yang mengandung alcohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan penurunan aktivitas, gangguan status metabolic.&lt;br /&gt;1. Inspeksi kulit terhadap perubahan warna, kelembapan kulit, vaskuler.&lt;br /&gt;2. Ubah posisi dengan sering, gerakan klien dengan perlahan, beri bantalan kain yang lembut pada tonjolan tulang.&lt;br /&gt;3. Pertahankan linen kering bebas dari keriput.&lt;br /&gt;4. Pertahankan kuku tetap pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-4712640036858136246?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/4712640036858136246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=4712640036858136246' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/4712640036858136246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/4712640036858136246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/05/cronic-renal-failure.html' title='Cronic Renal Failure'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Sh_8oSF0RYI/AAAAAAAAAiQ/vmGm3SaNmsU/s72-c/NewsImage.ashx.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-6234198898106305113</id><published>2009-05-28T09:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T09:19:18.342-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disease'/><title type='text'>SWINE INFLUENZA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Sh65DAgncyI/AAAAAAAAAiI/bZ3Jcwmoqtw/s1600-h/782px-Swine_influenza_symptoms_on_swine-num.svg.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Sh65DAgncyI/AAAAAAAAAiI/bZ3Jcwmoqtw/s200/782px-Swine_influenza_symptoms_on_swine-num.svg.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340909669435536162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Flu Babi (Pig Influenza, Swine Influenza) itu Apa?&lt;br /&gt;Flu Babi disebabkan oleh Virus Influenza Type A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flu babi (pig influenza, swine influenza) adalah penyakit yang menular melalui hubungan pernafasan yang disebabkan virus influenza Type-A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3. Gejala yang ditimbulkan virus ini pada manusia yang terjangkit adalah demam, muntah-muntah, batuk, kekakuan sendi, tubuh lemas, terjadinya lendir pada hidung dan mata, serta menimbulkan kematian.&lt;br /&gt;Flu Babi dapat Menulari Manusia&lt;br /&gt;Flu Babi (Pig Influenza, Swine Influenza) menginfeksi manusia umumnya terjadi pada orang-orang yang kontak langsung dengan babi, bahkan ada juga ditemukan kasus penularan dari manusia ke manusia. Serupa seperti penularan flu burung pada manusia, flu babi tidak dapat menular pada manusia bila menkonsumsi daging babi yang telah dimasak dengan benar, tapi virus ini dapat menular kepada manusia yang melakukan kontak langsung dengan babi.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Virus flu babi (pig influenza, swine influenza) umumnya endemik menular pada babi, namun tidak dapat dipungkiri bahwa virus ini juga dapat menular pada manusia dan unggas. Virus H1N1 kebal terhadap obat anti flu seperti amantandine dan rimantandine. Namun zat aktif obat anti flu burung Tamiflu yaitu oseltamivir dan zat aktif obat anti influenza A, zanamivir, efektif mengatasi gejala flu babi pada manusia.&lt;br /&gt;Flu Babi diduga Variansi Virus Flu Burung (H5N1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flu babi telah menjadi perhatian utama di California (AS), dimana beberapa kasus telah ditemukan. Menariknya atau barangkali hal yang mengerikan, influaensa babi (H1N1) sebenarnya suatu variasi flu burung (H5N1). Virus-virus dapat mengalami mutasi, beradaptasi untuk bertahan hidup dalam berbagai kondisi, terkadang terjadi penggabungan dengan virus-virus lainnya, merupakan suatu proses yang dapat menciptakan virus-virus lebih hebat, kuat, dan mematikan dari turunan sebelumnya. Babi dianggap cukup rentan terhadap virus burung maupun manusia. Mamalia ini diperkirakan juga tempat terbaik bagi pertukaran atau kombinasi gen antarvirus yang mengarah pada terbentuknya tipe virus baru yang lebih mematikan dan mudah menyebar antarspesies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan yang berkaitan dengan H5N1 (flu burung), bahwa proses mutasi virus tersebut dapat menular dalam skala yang lebih luas melalui manusia. Babi-babi bisa ditulari virus-virus influensa yang berasal dari manusia dan burung, dan membuka kemungkinan riil terjadinya gabungan dan mutasi pada tubuh babi yang membentuk suatu virus influensa yang lebih hebat serta mampu menyebar pada populasi manusia. Virus ini dikuatirkan bisa menyebar lebih muda di antara manusia dibandingkan dengan flu babi yang melompat dari babi ke manusia pada masa lalu. Fakta ini membuat banyak orang khawatir, jika meledak, wabah ini menjadi pandemi karena sejarah telah membuktikan betapa berbahayanya wabah yang satu ini.&lt;br /&gt;Perkembangan Pandemi Virus Flu Babi&lt;br /&gt;Flu Babi pernah Mewabah Tahun 1918&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1918 flu babi pernah mewabah secara mendadak di Brest (Prancis), Boston (Amerika Serikat) dan Freetown (Sierra Leone), merupakan wabah penyakit yang mematikan dengan tingkat kematian yang terjadi mencapai 80%. Pandemi flu babi itu menewaskan 20-50 juta orang di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandemi flu babi dimulai dengan penyakit ringan yang muncul pada musim semi 1918, diikuti gelombang yang lebih mematikan pada enam bulan kemudian. Para ilmuwan berspekulasi bahwa sesuatu telah terjadi pada virus tersebut setelah gelombang pertama. Salah satu teori menduga bahwa virus itu menginfeksi babi atau mamalia lain dan bermutasi sebelum kembali menginfeksi manusia dalam bentuk yang lebih mematikan.&lt;br /&gt;Infeksi Flu Babi berdasarkan Pemantauan CDC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Center for Desease Control and prevention (CDC) menyebutkan sejak Desember 2005 hingga Februari 2009, 12 kasus infeksi pada manusia telah dilaporkan. Flu babi ini ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi. Pada September 1988, seorang wanita hamil berusia 32 tahun yang sebelumnya sehat, masuk rumah sakit gara-gara pneumonia dan meninggal dunia delapan hari kemudian. Pada tubuhnya ditemukan sejenis virus H1N1 dan diketahui sebelumnya korban mengunjungi sebuah pameran babi. Selain itu terdapat catatan yang menyebutkan penyebaran virus antar manusia. Misalnya penyebaran infeksi flu babi di Winconsin 1988 menghasilkan infeksi pada beberapa orang. Ada bukti perpindahan virus dari satu pasien ke pasien lain melalui kontak jarak dekat.&lt;br /&gt;Wabah Flu Babi di Meksiko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Meksiko, wabah penyakit flu babi di  semakin meluas. Menteri Kesehatan Meksiko, Jose Angel Cordova, Senin (27/4), melaporkan jumlah korban tewas akibat virus H1N1 (flu babi) telah bertambah menjadi 149 orang. Dari jumlah ini, baru 20 yang telah dikonfirmasi terjangkit virus flu babi. Sedangkan sisanya masih menanti hasil uji laboratorium. Warga yang dirawat di rumah sakit dengan gejala pneumonia sejak merebaknya virus flu babi 13 April silam, kini mencapai 2.000 orang. Dari jumlah ini, 776 orang masih dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Meksiko, sejumlah negara turut melaporkan temuan kasus flu babi di negara mereka. Amerika Serikat, misalnya, mencatat 41 orang telah terjangkit virus flu babi. Sebanyak 28 di antaranya adalah pelajar salah satu sekolah di New York. Selain AS, Kanada dan Selandia Baru turut melaporkan terjangkitnya warga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu, 29 April 2009, menaikkan tingkat siaga wabah flu babi ke Fase 5, yang menunjukkan wabah penuh tak terelakkan. Fase 5 ditandai oleh penyebaran virus tersebut dari manusia ke manusia ke minimal dua negara di satu wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.pennywellfarm.co.uk; hubpages.com; liputan6.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-6234198898106305113?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/6234198898106305113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=6234198898106305113' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/6234198898106305113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/6234198898106305113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/05/flu-babi-pig-influenza-swine-influenza.html' title='SWINE INFLUENZA'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Sh65DAgncyI/AAAAAAAAAiI/bZ3Jcwmoqtw/s72-c/782px-Swine_influenza_symptoms_on_swine-num.svg.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-8055943550784427844</id><published>2009-05-27T08:19:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T09:03:54.093-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='books'/><title type='text'>Teknik Membuat Resensi Buku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Sh1a0lRMUgI/AAAAAAAAAiA/-1MH7B8XgJ4/s1600-h/the_perfect_resume_book.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 151px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Sh1a0lRMUgI/AAAAAAAAAiA/-1MH7B8XgJ4/s200/the_perfect_resume_book.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340524592535196162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"dan…kebahagiaan akan berlipat ganda jika dibagi dengan orang lain"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===(Paulo Coelho dalam novel “Di Tepi Sungai Piedra”)===&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung orang yang suka membaca buku. Mereka yang gemar membaca buku sudah tentu akan terbuka wawasannya, tidak kuper dan cupet pandangan. Mereka akan mendapatkan informasi selain yang dipikirkannya selama ini, begitu juga referensi dan pengetahuannya akan bertambah luas. Inilah sebenarnya investasi berharga sebagai modal untuk mengarungi kehidupannya. Orang yang menyukai aktivitas membaca, biasanya  mereka tidak akan terjebak dalam pola berpikir sempit ketika menghadapi problem-problem penting yang terjadi di dunia.  Dalam kehidupan nyata, juga berpeluang besar punya potensi  dan kecenderungan yang bijak dalam mensikapi kejadian-kejadian keseharian di sekitarnya. Biasanya begitu.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagi orang yang ingin berbuat lebih dan mau berbagi ilmu kepada orang lain, membaca saja tak cukup. Mereka perlu memiliki ketrampilan lagi yaitu ketrampilan meresensi buku (berbagi bacaan).  Sebelum melangkah kepada teknik  ringkas meresensi buku, ada beberapa hal penting mengapa resensi perlu dibuat. Tujuannya, diantaranya sebagai berikut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Membantu pembaca (publik) yang belum berkesempatan membaca buku yang dimaksud (karena buku yang diresensi biasanya buku baru) atau membantu mereka yang memang tidak punya waktu membaca buku sedikitpun. Dengan adanya resensi, pembaca bisa mengetahui gambaran dan penilaian umum terhadap buku tertentu. Setidaknya, dalam level praktis keseharian, bisa dijadikan bahan obrolan yang bermanfaat dari pada menggosip yang tidak jelas juntrungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Mengetahui kelemahan dan kelebihan buku yang diresensi. Dengan begitu, pembaca bisa belajar bagaimana semestinya membuat buku yang baik itu. Memang, peresensi bisa saja sangat subjektif dalam menilai buku. Tapi, bagaimanapun juga tetap akan punya manfaat (terutama kalau dipublikasikan di media cetak, karena telah melewati seleksi redaktur).  Lewat buku yang diresensi itulah peresensi belajar melakukan kritik dan koreksi terhadap sebuah buku. Disisi lain, seorang pembaca juga akan melakukan pembelajaran yang sama. Pembaca bisa tahu dan secara tak sadar akan menggumam pelan “Oooo buku ini begini…. begitu” setelah membaca karya resensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Mengetahui latarbelakang dan alasan buku tersebut diterbitkan. Sisi Undercovernya. Kalaupun tidak bisa mendapatkan informasi yang demikian, peresensi tetap bisa mengacu pada halaman pengantar atau  prolog yang terdapat dalam sebuah buku. Kalau tidak, informasi dari pemberitaan media tak jadi soal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Mengetahui perbandingan buku yang telah dihasilkan penulis yang sama atau buku-buku karya penulis lain yang sejenis. Peresensi yang punya “jam terbang” tinggi, biasanya tidak melulu mengulas isi buku apa adanya. Biasanya, mereka juga menghadirkan karya-karya sebelumnya yang telah ditulis oleh pengarang buku tersebut atau buku-buku karya penulis lain yang sejenis. Hal ini tentu akan lebih memperkaya wawasan pembaca nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Bagi penulis buku yang diresensi, informasi atas buku yang diulas bisa sebagai masukan berharga bagi proses kreatif kepenulisan selanjutnya. Karena tak jarang peresensi memberikan kritik yang tajam baik itu dari segi  cara dan gaya kepenulisan maupun isi dan substansi bukunya. Sedangkan, bagi penerbit bisa dijadikan wahana koreksi karena biasanya peresensi juga menyoroti soal font (jenis huruf) mutu cetakan dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk bisa meresensi buku, sebenarnya tidak sesulit  yang dibayangkan sebagian orang. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan siapa saja yang akan membuat resensi buku asalkan mereka mau. Diantaranya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    Tahap Persiapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Memilih jenis buku. Tentu setiap orang mempunyai hobi dan minat tertentu pada sebuah buku. Pada proses pemilihan ini akan lebih baik kalau kita fokus untuk meresensi buku-buku tertentu yang menjadi minat  atau sesuai dengan latarbelakang pendidikan kita. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa seseorang tidak mungkin menguasai berbagai macam bidang sekaligus. Ini terkait dengan ” otoritas ilmiah”. Tidak berarti membatasi atau melarang-larang orang untuk meresensi buku. Tapi,  hanya soal siapa berbicara apa. Seorang guru tentu lebih paham bagaimana cara mengajar siswa dibandingkan seorang tukang sayur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Usahakan buku baru. Ini jika karya resensi akan dipublikasikan di media cetak. Buku-buku yang sudah lama tentu kecil  kemungkinan akan termuat karena dinilai  sudah basi dengan asumsi sudah banyak yang membacanya. Sehingga tidak mengundang rasa penasaran. Untuk buku-buku lama (yang diniatkan hanya sekedar untuk berbagi ilmu, bukan untuk mendapatkan honor) tetap bisa diresensi dan dipublikasikan misalnya lewat blog (jurnal personal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Membuat anatomi buku. Yaitu informasi awal mengenai buku yang akan diresensi.  Contoh formatnya sebagai berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Karya Resensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku    :&lt;br /&gt;Penulis        :&lt;br /&gt;Penerbit    :&lt;br /&gt;Harga        :&lt;br /&gt;Tebal        :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    Tahap Pengerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Membaca dengan detail dan mencatat hal-hal penting. Ini yang membedakan antara pembaca biasa dan peresensi buku. Bagi pembaca biasa, membaca bisa sambil lalu dan boleh menghentikan kapan saja. Bagi seorang peresensi, mesti membaca buku sampai tuntas agar bisa mendapatkan informasi buku secara menyeluruh. Begitu juga mencatat kutipan dan pemikiran yang dirasa penting yang terdapat dalam buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Setelah membaca, mulai menuliskan karya resensi buku yang dimaksud. Dalam karya resensi tersebut, setidaknya mengandung beberapa hal;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·    Informasi (anatomi) awal buku (seperti format diatas).&lt;br /&gt;·    Tentukan judul yang menarik dan “provokatif”.&lt;br /&gt;·    Membuat ulasan singkat buku. Ringkasan garis besar isi buku.&lt;br /&gt;·    Memberikan penilaian buku. (substansi isinya maupun cover dan cetakan fisiknya) atau membandingkan dengan buku lain. Inilah sesungguhnya fungsi utama seorang peresensi yaitu sebagai kritikus sehingga bisa membantu publik menilai sebuah buku.&lt;br /&gt;·    Menonjolkan sisi yang beda  atas buku yang diresensi dengan buku lainnya.&lt;br /&gt;·    Mengulas manfaat buku tersebut bagi pembaca.&lt;br /&gt;·    Mengkoreksi karya resensi. Editing kelengkapan karya, EYD dan sistematika jalan pikiran resensi yang telah dihasilkan. Yang terpenting tentu bukan isi buku itu apa, tapi apa sikap dan penilaian peresensi terhadap buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.    Tahap Publikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Karya disesuaikan dengan ruang media yang akan kita kirimi resensi. Setiap media berbeda-beda panjang dan pendeknya. Mengikuti syarat jumlah halaman dari media yang bersangkutan adalah sebuah langkah yang aman bagi peresensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Menyertakan cover halaman depan buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Mengirimkan karya sesuai dengan jenis buku-buku yang resensinya telah diterbitkan sebelumnya. Peresensi perlu menengok dan memahami buku jenis apa yang sering dimuat pada sebuah media tertentu. Hal ini untuk menghindari penolakan karya kita oleh redaktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian ulasan sekilas  mengenai teknik sederhana meresensi buku. Pada intinya, persoalan meresensi buku adalah soal berbagi (ilmu). Setelah membaca buku, biasanya kita bahagia karena memperoleh wawasan baru. Dengan begitu urusan meresensi buku juga bisa berarti kita berbagi kebahagiaan dengan orang lain.[ ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis. Sudaryono Achmad. Penikmat Buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto : antobilang.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-8055943550784427844?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/8055943550784427844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=8055943550784427844' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/8055943550784427844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/8055943550784427844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/05/teknik-membuat-resensi-buku.html' title='Teknik Membuat Resensi Buku'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Sh1a0lRMUgI/AAAAAAAAAiA/-1MH7B8XgJ4/s72-c/the_perfect_resume_book.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-2529558276595049121</id><published>2009-04-08T07:14:00.001-07:00</published><updated>2009-05-23T09:45:01.933-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disease'/><title type='text'>Asma Kardial</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Shgnq8gGGLI/AAAAAAAAAhA/B-I84qqXfRQ/s1600-h/asma.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 199px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Shgnq8gGGLI/AAAAAAAAAhA/B-I84qqXfRQ/s200/asma.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339060976996456626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Asma dibedakan jadi dua jenis, yakni asma bronkial dan kardial. Penderita asma bronkial, hipersensitif dan hiperaktif terhadap rangsangan dari luar, seperti debu rumah, bulu binatang, asap, dan bahan lain penyebab alergi. Gejala kemunculannya sangat mendadak, sehingga gangguan asma bisa datang secara tiba-tiba. Jika tidak mendapatkan pertolongan secepatnya, risiko kematian bisa datang.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gangguan asma bronkial juga bisa muncul lantaran adanya radang yang mengakibatkan penyempitan saluran pernapasan bagian bawah. Penyempitan ini akibat berkerutnya otot polos saluran pernapasan, pembengkakan selaput lendir, dan pembentukan timbunan lendir yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan asma yang timbul akibat adanya kelainan jantung disebut asma kardial. Gejala asma kardial biasanya terjadi pada malam hari, disertai sesak napas yang hebat. Kejadian ini disebut nocturnal paroxymul dyspnea. Biasanya terjadi pada saat penderita sedang tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-2529558276595049121?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/2529558276595049121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=2529558276595049121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/2529558276595049121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/2529558276595049121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/04/asma-kardial.html' title='Asma Kardial'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Shgnq8gGGLI/AAAAAAAAAhA/B-I84qqXfRQ/s72-c/asma.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-3050976780212755637</id><published>2009-02-26T06:49:00.000-08:00</published><updated>2009-06-22T09:04:49.137-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Protap'/><title type='text'>Pemberian cairan pada Diare dengan dehidrasi berat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Saat3reCT8I/AAAAAAAAAOM/Jdc-J-cYUf4/s1600-h/Infus.png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 279px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Saat3reCT8I/AAAAAAAAAOM/Jdc-J-cYUf4/s320/Infus.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307120382975823810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita bingung buat nentuin tetesan infus buat rehidrasi pasien-pasien diare dengan dehidrasi berat. Ni lhoo salah satu caranya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur 1 bulan-2 tahun prakiraan bb 3-10 kg&lt;br /&gt;1 jam pertama : 40 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;10 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;13 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;7 jam berikutnya : 12 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;3 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;4 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 jam berikutnya : 125 ml/kg bb oralit or intragastrik, bila tidak mau minum ?&lt;br /&gt;2 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;3 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur 2 - 5 tahun prakiraan bb 10-15 kg&lt;br /&gt;1 jam pertama : 30 ml/kg bb/jam iv or&lt;br /&gt;8 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;10 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 jam berikutnya : 10 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;3 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;4 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 jam berikutnya : 125 ml/kg bb oralit or intragastrik, bila tidak mau minum ?&lt;br /&gt;2 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;3 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur 5 - 10 tahun prakiraan bb 15-25 kg&lt;br /&gt;1 jam pertama : 20 ml/kg bb/jam iv or&lt;br /&gt;5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;7 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 jam berikutnya : 10 ml/kg bb/jam iv or&lt;br /&gt;2,5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;3 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 jam berikutnya : 125 ml/kg bb oralit or intragastrik, bila tidak mau minum ?&lt;br /&gt;1 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;1,5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neonatus:&lt;br /&gt;Kebutuhan cairan: 250 ml/kg bb/hari&lt;br /&gt;Jenis cairan: cairan 4:1&lt;br /&gt;Jadwal (kecepatan) cairan: = BBLR&lt;br /&gt;4 jam pertama : 25 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;6 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;8 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 jam berikutnya : 150 ml/kg bb/20 jam or&lt;br /&gt;2 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;2,5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dehidrasi berat pada Malnutrisi&lt;br /&gt;Kebutuhan cairan: 250 ml/kg bb/hari, umur 1 bulan-3 tahun&lt;br /&gt;Malnutrisi: marasmus&lt;br /&gt;4 jam pertama : 60 ml/kg bb/4jam or 15 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;4 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 jam berikutnya : 190 ml/kg bb/20 jam or 10 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;2,5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;3 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malnutrisi: marasmus-kwasiorkor&lt;br /&gt;Kebutuhan cairan: 200 ml/kg bb/hari, umur 1 bulan-3 tahun&lt;br /&gt;4 jam pertama : 60 ml/kg bb/4jam or 15 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;4 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 jam berikutnya : 150 ml/kg bb/20 jam or 10 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;1,75 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;2,25 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dehidrasi berat + Bronkopnemonia tanpa kelainan jantung (= dehidrasi berat + kejang)&lt;br /&gt;Kebutuhan cairan: 250 ml/kg bb/hari, umur 1 bulan-3 tahun&lt;br /&gt;4 jam pertama : 60 ml/kg bb/4jam or 15 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;4 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 jam berikutnya : 190 ml/kg bb/20 jam or 10 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;2,5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;br /&gt;3 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui infus set 1 cc= 15 tetes atau 1cc=20 tetes, silahkan lihat label highlight di infus set, tertulis 15 drops per 1ml atau 20 drops per 1 ml.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-3050976780212755637?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/3050976780212755637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=3050976780212755637' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/3050976780212755637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/3050976780212755637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/02/pemberian-cairan-pada-diare-dengan.html' title='Pemberian cairan pada Diare dengan dehidrasi berat'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/Saat3reCT8I/AAAAAAAAAOM/Jdc-J-cYUf4/s72-c/Infus.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-2367709684540946936</id><published>2009-02-20T16:29:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T16:50:23.505-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disease'/><title type='text'>Awass DBD</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SZ9PgjsmemI/AAAAAAAAAN8/we2AYAoBh_U/s1600-h/kes01.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 211px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SZ9PgjsmemI/AAAAAAAAAN8/we2AYAoBh_U/s320/kes01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305046306822453858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini angka kejadian DBD melonjak tajam sekali, kemungkinan terbesar disebabkan karena musim ato cuaca dinegeri ini yang lagi demen bangt ujan. Jadinya banyak media di lingkungan yang mendukung meningkatnya tingkat virulensi dari sang virus karena pertumbuhan vektor pun subur banget.&lt;br /&gt;Untuk itu sekedar buat refresh otak kita sedikit tentang DBD, berikut coretannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanda dan gejala&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia) dan ruam; ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya muncul dulu pada bagian bawah badan — pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu,&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan disertai batuk-batuk. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke Dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.&lt;br /&gt;Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.&lt;br /&gt;Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis/mimisan), mulut, dubur dsb.&lt;br /&gt;Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.&lt;br /&gt;Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab demam berdarah menunjukkan demam yang lebih tinggi, pendarahan, trombositopenia dan hemokonsentrasi. Sejumlah kasus kecil bisa menyebabkan sindrom shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diagnosis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis demam berdarah biasa dilakukan secara klinis. Biasanya yang terjadi adalah demam tanpa adanya sumber infeksi, ruam petekial dengan trombositopenia dan leukopenia relatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serologi dan reaksi berantai polimerase tersedia untuk memastikan diagnosa demam berdarah jika terindikasi secara klinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendiagnosis demam berdarah secara dini dapat mengurangi risiko kematian daripada menunggu akut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengobatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena. Meskipun demikian kombinasi antara manajemen yang dilakukan secara medik dan alternatif harus tetap dipertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Epidemiologi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wabah pertama terjadi pada tahun 1780-an secara bersamaan di Asia, Afrika, dan Amerika Utara. Penyakit ini kemudian dikenali dan dinamai pada 1779. Wabah besar global dimulai di Asia Tenggara pada 1950-an dan hingga 1975 demam berdarah ini telah menjadi penyebab kematian utama di antaranya yang terjadi pada anak-anak di daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pencegahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk, menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal - hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-2367709684540946936?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/2367709684540946936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=2367709684540946936' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/2367709684540946936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/2367709684540946936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/02/awass-dbd.html' title='&lt;strong&gt;Awass DBD&lt;/strong&gt;'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SZ9PgjsmemI/AAAAAAAAAN8/we2AYAoBh_U/s72-c/kes01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-1817175916610166836</id><published>2009-02-06T05:00:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T16:35:23.023-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspiration'/><title type='text'>Prepare Sebelum Gawe di Rumah Sakit?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SYw2Mxb2ChI/AAAAAAAAAM0/fIG_ucnRA4U/s1600-h/hospital460.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 188px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SYw2Mxb2ChI/AAAAAAAAAM0/fIG_ucnRA4U/s200/hospital460.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299670454564686354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gak tau kenapa masuk dunia kerja baru selalu menarik bagiku. Sekaligus jadi tantangan baru yang betul-betul penuh misteri. Sebetulnya bukan hal baru buatku untuk berinteraksi dengan pasien. Tapi yang ini  cukup istimewa karena jadi dokter di rumah sakit gak bisa “seena’e dewek” seperti yang selama ini gw lakuin diluar. Yang gw maksud seenake dewek barusan bukan berarti selama ini gw seenaknya ngasih obat tanpa indikasi penyakit tentunya, tapi...&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SYzUKHyfXMI/AAAAAAAAANc/d1OPbL9c-vs/s1600-h/Empty%2520Hospital%2520Corridor.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SYzUKHyfXMI/AAAAAAAAANc/d1OPbL9c-vs/s320/Empty%2520Hospital%2520Corridor.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299844131862830274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; paling gak maksud gw, lingkungan klinik ato praktek pribadi lebih memungkinkan gw ato dokter-dokter lain buat berimprovisasi maksimal dalam memberikan terapi tanpa harus mikirin protap-protap layaknya klo seorang dokter jaga di rumah sakit.&lt;br /&gt;Suer, malemnya gw agak susah tidur kawan, hehe lebay padahal tetep aja emak gw kerepotan bangunin anaknya di pagi.&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong pengalaman jaga pertama, banyak banget yang mau gw certain buat lu semua, kali aja ada manfaatnya. Paling ga kita bisa berbagi ketakutan itu sendiri. Silakan lu bayangin, baru aja gw sampe UGD RS (gw jaga di salah satu RS milik pemerintah daerah di hampir ujung barat pulau jawa, Cilegon tepatnya –kota kelahiranku) sekitar pukul 07.45 WIB. Baru duduk sekitar lima menit, gak lebih ato kurang rasanya, gw dikagetin ma dering telpon di ruanganku waktu itu. “hmmm.. pasien pertama gumamku”. Dengan suara PD, gw sapa orang diseberang sana dengan penuh sopan. Ternyata, keadaan diseberang telpon memang memaksa buat tergesa-gesa menyampaikan kabar emergency yang dihadapinya, “Dok, pasien apneu diruang ICU, ditunggu secepatnya, ” dan click!!&lt;br /&gt;ICU? Disebelah mana ya? Gw lupa!! Maklum, gak tau juga dari dulu gw paling susah buat bisa ngapalin lokasi apalagi jalan, padahal dua hari yang lalu gw pernah di tunjukin semua ruangan. Terpaksa deh gw seret satu satpam buat nganterin gw daripada gw mampir gak jelas di ruangan lain dan jadi tontonan keluarga pasien yang biasa ngariung di tiap sisi lorong-lorong rumah sakit.&lt;br /&gt;Nyampe di ICU, seorang anak 1 tahun tengah dalam kondisi kritis, tak bernapas, dan gak ada lagi detak jantung yang gw tau setelah gw tempelin stetoskop di dadanya. Gak pikir panjang lagi, dibantu seorang perawat, gw lakuin pijat jantung paru (RJP). Tapi semuanya dah gak ada gunanya, pasien pertamaku tersebut memang telah dalam kondisi terminal penyakitnya (demam berdarah) saat masuk ke rumah sakit. Semua tindakan dan obat-obatan tak lagi dapat membantu memulihkan kondisi syok yang dialaminya. Di hari pertamaku kerja, aku pun harus menjelaskan dengan penuh kehati-hatian kepada orang tua korban (Bapaknya dalam hal ini, karena tahukah kau kawan, bapak dari anak ini baru saja kehilangan istrinya satu bulan yang lalu, ujian yang sangat berat, aku yang hanya mendengarnyapun semakin miris mengetahuinya.&lt;br /&gt;Baru saja aku duduk untuk mengisi status pasien, telpon di ICU berdering. Diujung telpon sana seorang perawat dari ruang lain memberitahukan bahwa diruangan tersebut ada pasien yang membutuhkan pertologan segera. Lekas gw tunda gawean barusan dan bergegas menuju ruang yang disebutkan. Benar saja, seorang remaja 20an dengan napas yang tersengal-sengal sedang berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhannya akan oksigen. Di dalam ruangan, telah banyak keluarga yang menunggu penjelasan dariku atas kondisi pasien tersebut, lagi-lagi akupun dengan lemah mengatakan kondisi sebenarnya bahwa melihat dari rekam medis kondisi memang tidak semakin baik. Selang hanya 5 menit setelah menerangkan kepada pihak keluarga aku dipanggil kembali dengan teriakan “Dok, tolong!!”. Untuk kedua kalinya dalam hari ini, aku melakukan RJP. Dan iapun  berpulang ke rahmatullah. Innalillah wainnalillahirajiun, sungguh manusia hanya bisa berusaha, semua akhir  tetap preogratif-Nya.&lt;br /&gt;Begitu kira-kira pengalaman ‘jaga’ pertamaku ditambah dengan semua kesibukannya mengobati masalah pasien mulai dari medis hingga sedikit teknis manajemen sekalipun. Hampir gak ada waktu luang buat beristirahat hari itu. Gak ketinggalan, omelan dari spesialis yang sedikit ‘butuh’ hormat pun gw alami di hari istimewa tersebut. Lengkap sudah pikirku diujung hari.&lt;br /&gt;So, berangkat dari pengalaman gw pribadi tersebut gw pengen berbagi tips and trick tentang bagaimana nyiapin diri sebelum lu pada mulai jaga di rumah sakit biar kondisi-kondisi yang gak seharusnya terjadi kya gw diatas gak lu alami.&lt;br /&gt;Singkatnya, setelah gw simpulin,  yang perlu kita siapin saat mo start gawe di sebuah RS aadaalaaah :&lt;br /&gt;SATU, PDKT&lt;br /&gt;lu harus PDKT ma senior-senior ato temen sejawat lu di rumah kedua baru lu. Jangan segan buat tersenyum selebarlebarnya (asal jangan kelewatan batas) dan ngenalin diri sendiri ma mereka, klo kita sopan mereka pun akan segan begitu kata pepatah di angkot-angkot, haha.&lt;br /&gt;DUA, kuasai medan tempur! &lt;br /&gt;Maksud gw lu harus apalin lokasi-lokasi ruangan yang jadi arena tanggung jawab lu. Itu penting kawan, karena gimana mau bisa atasi kasus emergensi klo dimana pasiennya aja kita gak tau. Klo perlu lu bikin deh denah lokasi tempat lu kerja waktu lu orientasi pertama kali, simpen &lt;br /&gt;TIGA, temukan Protap&lt;br /&gt;setelah lu kenal ma senior2 lu boleh donk lu tanya2 protap2 yang ada di rumah sakit tersebut, klo perlu copy. Tanya juga apa senior lu punya catatan-catatan special waktu mereka awal-awal gawe ditempat itu. Karena gw yakin mereka juga pernah alami kondisi seperti kita yang baru. Oiya ada kebiasaan-kebiasaan dokter spesialis yang mesti lu pelajari termasuk merk dagang obat yang biasa mereka gunakan coz pengalaman teman sejawat membuktikan dia diomelin hampir setengah hari lantaran hanya salah kasih obat dengan merk dagang berbeda padahal isinya serupa. Konyol  kaan?&lt;br /&gt; EMPAT, perbanyak senyum &lt;br /&gt;Senyumlah ma semua pegawai di rumah sakit, gak usah pandang bulu KARENA GAK SEMUA ORANG PUNYA BULU, hehe bcanda. Pokoknya semua mahluk yang ada di depan muka lu berhak dapetin senyum manis lu.. heuheu.. tapi liat2 juga, tu mahluk real ato gaib, ntar dikira dokternya gila deh.&lt;br /&gt;Lima, Jangan segan tuk bertanya&lt;br /&gt;Malu bertanya sesat dijalan. Bertanyalah pada siapapun yang lu kira bisa nyelesein permasalahan lu. Gak usah gengsi buat nanya ke perawat ato bidan. Toh wajar donk mereka lebih tau dari kita karena memang mereka dah lama jadi kuncen disitu. Pake deh pertanyaan terbuka seperti “Emang biasanya gimana disini Bu?, Dikasih apa?, ato apapun pertanyaan yang pura-puranya kita gak tau kebiasaan disini tapi pernah tau kebiasaan ditempat lain. Padahal gak juga.. &lt;br /&gt;Enam, PD aja lagi&lt;br /&gt;Percaya diri yang lu pancarin lewat semua tingkah laku bakal bikin percaya orang yang liat gerak-gerik kita, kalopun mungkin kita pun masih ragu dengan tindakan kita sendiri. &lt;br /&gt;Tujuh Doa yang Utama&lt;br /&gt;Semua kondisi akhir ada di tangan-Nya, jadi berdoa penting banget buat kita yang memang selalu berhadapan dengan berbagai situasi gawat dan darurat. &lt;br /&gt;Kadang gw berdoa, ya Allah mudah2an malem ini aman, gak da pasien yang meninggal, besok aja pas temen gw yang jaga.. hehe jangan dicontoh ya yang terakhir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That’s all.. Sukses buat kita semua, Amin!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-1817175916610166836?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/1817175916610166836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=1817175916610166836' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/1817175916610166836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/1817175916610166836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/02/gak-tau-kenapa-masuk-dunia-kerja-baru.html' title='Prepare Sebelum Gawe di Rumah Sakit?'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SYw2Mxb2ChI/AAAAAAAAAM0/fIG_ucnRA4U/s72-c/hospital460.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-1848718883959237157</id><published>2008-12-26T07:25:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T16:08:45.247-08:00</updated><title type='text'>Ternyata Tak Boleh Ku Berhenti Tuk Belajar</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SYt_f8IhK0I/AAAAAAAAAMs/7yqlaAOrhkM/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 178px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SYt_f8IhK0I/AAAAAAAAAMs/7yqlaAOrhkM/s200/untitled.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299469573226048322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belajar terkadang jadi satu momok yang sangat membosankan, terutama saat penat memuncak. Tapi ternyata keterpaksaan-keterpaksaan yang ada justru memaksa kita tuk membuang jauh prasangka akannya..&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;kita harus tetap belajar kawan. Tentang apapun, bahkan yang kita rasa telah kita kuasai sekalipun. Begini ceritanya..&lt;br /&gt;Malam itu sebenarnya berjalan seperti biasa, tak ada yang istimewa. Namun satu hal yang merubah ketidakistimewaannya adalah ketika seorang pasien, anak berusia tak lebih dari 5 tahun datang dengan edeme anasarka (bengkak seluruh tubuh). Dari hasil anamnesa kupastikan bahwa anak tersebut menderita Nefrotik Sindrom. Satu penyakit yang sebetulnya sedikit sekali sebaran kejadiannya. Khasnya edema anasarka didahului oleh edema didaerah preorbital (kelopak mata), ditambah dengan hasil laboratorium yang cukup menunjukkan loss albumin pada urin. &lt;br /&gt;Setelah kuputuskan tuk merawat pasien tersebut, kuangkat gagang telpon untuk konsul kepada dr spA. Sayup-sayup terdengar suara sang konsulen yang memberikan advice terapi namun satu terapi tampak cukup asing buatku, "Prednison 2-2-1".&lt;br /&gt;Haha... sesaat setelah bincang singkat tersebut berakhir aku bertanya besar untuk diriku sendiri :&lt;br /&gt;"2 mg-2mg -1mg?" &lt;br /&gt;atau &lt;br /&gt;"2 tablet-2 tablet-1 tablet?".&lt;br /&gt;Inilah yang kusebut dengan keterpaksaan tersebut. Aku merasa sangat yakin bahwa paling tidak aku pernah mempelajarinya dulu, ketika koassisten. Namun ternyata aku tidak memiliki memori jangka panjang yang cukup baik. Aku LUPA!!!&lt;br /&gt;Hal yang selalu kubenci dalam konteks apapun. Aku memang pelupa, tapi haruskah disaat segenting itu?&lt;br /&gt;Jawabnya adalah ku mesti kembali Belajar...&lt;br /&gt;karena ternyata Kawan, tak boleh kuberhenti Belajar!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-1848718883959237157?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/1848718883959237157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=1848718883959237157' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/1848718883959237157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/1848718883959237157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2008/12/ternyata-tak-boleh-ku-berhenti-tuk.html' title='Ternyata Tak Boleh Ku Berhenti Tuk Belajar'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SYt_f8IhK0I/AAAAAAAAAMs/7yqlaAOrhkM/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-5198763589910379893</id><published>2008-09-07T09:33:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T09:59:07.602-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspiration'/><title type='text'>PERLUKAH SUNYI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SMQDOaZyAtI/AAAAAAAAAIM/W3ZhbFjfrP8/s1600-h/DSC_0254b.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SMQDOaZyAtI/AAAAAAAAAIM/W3ZhbFjfrP8/s200/DSC_0254b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243319412306608850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERLUKAH SUNYI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawabnya tentu saja sesuai dengan kondisi dan suasana hati saat tertentu. Kita tidak selalu berhadapan dengan suasana hati yang selalu baik, namun juga tidak selalu dihadapkan dalam rasa gundah melulu, bukankah hidup seperti roda berputar? &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun, menurutku kita memang betul-betul membutuhkan suatu kondisi dimana kita hanya dapat 'berbicara' dengan 'diri' kita sendiri. Saat itulah kebenaran tentang diri dapat ditemui,dan saat itulah semua ke-diri-an itu dapat terkuak dengan jelas, tanpa tabir, apapun. Akhirnya, tentu saja, introspeksi diri merupakan buah yang dapat kita petik darinya. Daan.. coba tebak, solusi atas permasalahanpun dapat bermunculan ketika kita 'berbicara' dengan jiwa kita sendiri. Karena pembicaraan dengan jiwa, adalah wujud keharmonisan eksistensi Sang Pencipta jiwa dengan yang jiwa-jiwa yang telah dicipta itu sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-5198763589910379893?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/5198763589910379893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=5198763589910379893' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/5198763589910379893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/5198763589910379893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2008/09/perlukah-sebuah-kesunyian-jawabnya.html' title='PERLUKAH SUNYI'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SMQDOaZyAtI/AAAAAAAAAIM/W3ZhbFjfrP8/s72-c/DSC_0254b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-3422347863385533407</id><published>2008-09-07T08:55:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T09:30:36.182-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspiration'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HIDUP MEMANG HARUS BERJUANG, KAWAN!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SMP6AjqH9fI/AAAAAAAAAIE/xtS6TZ_iTo4/s1600-h/aktivitas+pagib.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SMP6AjqH9fI/AAAAAAAAAIE/xtS6TZ_iTo4/s200/aktivitas+pagib.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243309278668256754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu pagi dalam perjalanan beberapa hariku ke sebuah tempat hampir diujung selatan banten, bayah tepatnya.. ada sedikit pelajaran yang bisa kupetik dari beberapa nelayan yang baru saja pulang dari aktivitasnya -mengais nasib ditengah samudera demi sepeser rupiah. sepagi itu mereka telah pulang, sementara kebanyakan orang baru saja beranjak dari peraduannya mungkin, atau bahkan masih berselimut untuk ukuran pemalas sepertiku, karena memanjakan diri adalah kebodohan yang turun-temurun dipertahankan dan diwariskan oleh nenek moyang bangsa ini.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;pelajaran itu adalah betapa kita memang harus berani bersikap terhadap setiap tantangan yang ada apapun itu, seperti para nelayan ini yang mengabdikan dirinya 'laut' keluarganya dengan tantangan gelombang pasang ditengah samudera. namun mereka tetap tegar. &lt;br /&gt;satu hal menyedihkan yang juga memprihatinkan adalah saat aku sedikit membuat kontak komunikasi dengan lelaki-lelaki luar biasa itu. Ikan sebesar dan sesegar itu hanya dihargai 10 ribu perak per kilogram oleh para tengkulak ibukota, padahal di jakarta 50 ribu rupiah per kilogram adalah harga minimal untuk hasil kerja keras mereka.&lt;br /&gt;namun apapun itu, hidup harus terus berjalan Kawan.. so kita memang harus berjuang dalam hal apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-3422347863385533407?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/3422347863385533407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=3422347863385533407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/3422347863385533407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/3422347863385533407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2008/09/hidup-memang-harus-berjuang-kawan.html' title=''/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SMP6AjqH9fI/AAAAAAAAAIE/xtS6TZ_iTo4/s72-c/aktivitas+pagib.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-7609213622790029863</id><published>2008-07-05T07:46:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T20:32:24.514-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obstetric and Gynecology'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SMR4V5AVlSI/AAAAAAAAAIU/9JMAP2Otqfc/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SMR4V5AVlSI/AAAAAAAAAIU/9JMAP2Otqfc/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243448183640921378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TERAPI ANTIBIOTIKA &lt;br /&gt;PADA KEHAMILAN DAN PERSALINAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada kehamilan dan persalinan tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya suatu proses infeksi. Infeksi yang terjadi selama masa kehamilan dan persalinan dapat disebabakan oleh kombinasi berbagai mikroorganisme, termasuk basillus dan kokkus jenis aerob maupun  anaerob, oleh karena itu  perlu dipikirkan pemberian antibiotik yang berguna untuk mempertahankan keadaan ibu dan janin.(1) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLASIFIKASI FOOD AND DRUG ADMINISTARTION (FDA) (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 1979 menentukan lima kategori pemberian obat untuk  wanita hamil dengan memperhatikan efek yang mungkin berbahaya bagi janin serta klasifikasi penggunaan obat baik untuk pasien maupun dokter mengenai pemakaian obat selama hamil.(2)&lt;br /&gt;1. Kategori A&lt;br /&gt;Dalam kategori ini tercakup obat-obatan yang dalam penelitian terkontrol pada manusia tidak memperlihatkan resiko terhadap janin. Ada beberapa obat yang masuk ke dalam kategori A, dan Contohnya mencakup preparat multivitamin atau vitamin prenatal selama kehamilan.(2)&lt;br /&gt;2. Kategori B&lt;br /&gt;Dalam kategori ini tercakup obat-obatan yang dalam penelitian binatang atau manusia tidak memperlihatkan resiko yang berarti. Kategori ini mencakup obat-obatan yang dalam penelitian binatang tidak memperlihatkan resiko terhadap janin, namun penelitian manusia tidak dilakukan, atau efek yang berbahaya dijumpai dalam penelitian manusia yang terkontrol baik.(2) &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Contoh golongan obat antibiotik kategori B : &lt;br /&gt;a. Sulfonamid&lt;br /&gt;Sulfonamid mempunyai spektrum anti bakteri yang luas, meskipun kurang kuat dibandingkan dengan antibiotik dan strain mikroba yang resisten makin meningkat. Golongan obat ini umumnya hanya bersifat bakteriostatik, namun pada kadar yang tinggi dalam urin, sulfonamid dapat bersifat bakterisid. (3) .Dosis yang digunakan umumnya pada anak-anak 150 mg/kg berat badan sedangkan dosis pada orang dewasa 3-5gr sehari, dibagi dalam tiga atau empat dosis.(3) .Prinsip mekanisme dari penggunaan sulfonamid adalah :(4)&lt;br /&gt;• meningkatkan permeabilitas  barrier sel dan protein efflux&lt;br /&gt;• menurunkan sensitivitas atau bekerja pada target enzim&lt;br /&gt;• membebaskan target enzim yang baru&lt;br /&gt;Absorpsi melalui saluran cerna mudah dan cepat, kecuali beberapa macam sulfonamid yang khusus digunakan untuk infeksi lokal pada usus.. Kira-kira 70 – 100 % dosis oral sulfonamid diabsorpsi melalui saluruan cerna dan dapat ditemukan dalam urin 30 menit setelah pemberian. (3) . Berdasarkan kecepatan absorpsi dan ekskresi sulfonamid dibagi dalam empat golongan besar :(3)&lt;br /&gt;1. Sulfonamid dengan absorpsi dan ekskresi cepat antara lain, sulfadiazin, sulfamerzin, sulfametazin, kombinasi sulfa dan sulfisoksazol&lt;br /&gt;2. Sulfonamid dengan absorpsi cepat tapi ekskresinya lambat, antara lain sulfametoksipiridazin dan sulfadimetoksin&lt;br /&gt;3. Sulfonamid yang hanya diabsorpsi sedikit oleh usus bila diberikan per oral, antara lain suksinilsulfatiazol dan ftalilsulfatiazol&lt;br /&gt;4. Sulfonamid yang digunakan untuk maksud-maksud khusus antara lain sulfisolmidin, sulfasetamid dan perak sulfadiazine.&lt;br /&gt;Dalam tubuh sulfa mengalami asetilasi dan oksidasi terutama terjadi di dalam hati. Hasil oksidasi inilah yang sering menyebabkan reaksi toksik sistemik terutama lesi pada kulit dan gejala hipersensitivitas, sedangkan hasil asetilasi menyebabkan hilangnya keaktifan obat.(3)&lt;br /&gt;Sulfonamid dapat cepat melewati plasenta dan dengan konsentrasi tinggi sulfonamide akan berada pada sirkulasi janin.Bila preparat ini diberikan menjelang saat persalinan dapat mengakibatkan kadar bilirubin bebas. Sulfonamid juga dapat masuk pada asi dalam konsentrasi rendah. Sulfonamid dapat menyebabkan “kernikterus” pada bayi terutama jika pemberian pada satu bulan pertama kehidupan, karena dapat mengakibatkan penggeseran ikatan dengan albumin.(3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Penisilin &lt;br /&gt;Penisilin mempunyai spektrum  terutama terhadap mikroba gram-positif dan beberapa mikroba gram-negatif. Golongan obat ini bersifat bakteriostatik dimana bekerja  menghambat pembentukan mukopeptida yang diperlukan untuk sintesis dinding sel mikroba . penisilin didistribusi luas dalam tubuh. Ikatan proteinnya 65%, kadar obat memadai dapat tercapai dalam hati, empedu, ginjal, usus dan limfe. Biotransfarmasi penisilin umumnya dilakukan oleh mikroba, dimana penisilin mempengaruhi terhadap pemecahan cincin betalaktam yang menyebabkan hilangnya aktivitas antimikroba. Penisilin merupakan antibiotika yang efektif secara tunggal dan juga menimbulkan efek yang adiktif jika digunakan secara kombinasi untuk mengobati sepsis atau infeksi berat yang disebabkan infeksi yang masuk melalui jalan lahir atau pelvik. Efek samping dari pemberian penisilin dapat berupa : reaksi alergi dan iritasi lokal.(5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kategori C&lt;br /&gt;Yang masuk kategori ini adalah obat-obatan yang belum diteliti secara memadai, baik terhadap pemakaiannya pada binatang maupun manusia, atau obat-obatan yang dalam penelitian binatang menunjukan efek berbahaya terhadap janin tetapi data-data pemakaiannya pada manusia tidak tersedia. Banyak obat yang sering digunakan dalam kehamilan termasuk dalam kategori ini. obat-obatan yang tergolong ke dalam kategori ini menimbulkan kesulitan yang paling besar bagi dokter baik dalam hal pemakaian kliniknya maupun dari sudut medikolegal.(2) . &lt;br /&gt;Contoh golongan obat antibiotik kategori C  &lt;br /&gt;a. Klorokuin &lt;br /&gt;Obat ini sering digunakan sebagai anti malaria dan anti radang. Mekanisme kerja obat ini diduga berhubungan dengan sintesis asam nukleat dan nucleoprotein yaitu dengan menghambat DNA polymerase dan RNA polymerase. Absorpsi klorokuin setelah mencapai kadar puncak dalam plasma setelah 1-2 jam.  Dosis harian 300 mg, menyebabkan kadar mantap kira-kira 25цg/l, sedangkan dengan dosis oral 0,5 gr tiap minggu mencapai kadar plasma antara 150-250 цg/l. efek samping berupa sakit kepala ringan, gangguan pencernaan, ganggguan penglihatan dan gatal-gatal. Klorokuin dikontraindikasikan pada penyakit hepar.(4-6) &lt;br /&gt;Pengobatan ini dapat diberikan selama kehamilan dan nifas. Cara pemberian dan dosis pengobatan tergantung dari tingkat endemisitas dan status resistensi parasit setempat. Obat ini tidak mempunyai efek abortif atau teratogenik, selain itu perlu diberikan asam folat 5 mg atau vitamin B16.(7) &lt;br /&gt;b.  Kuinolon&lt;br /&gt;Kuinolon mempunyai daya anti bakteri yang baik terhadap kuman gram negative. Golongan fluorokuinolon aktif terhadap enterobacteriaceae (E.coli, Klebsiella,enterobacter, proteus), shigella salmonella, dengan aktivitas  yang lebih rendah,golongan obat ini juga dapat menghambat stfilokokus. Florokuinolon diserap dengan cepat melalui saluran cerna. Semua florokuinolon mencapai kadar puncaknya dalam 1-2 jam setelah pemberian obat. Efek samping  pada saluran cerna berupa mual dan hilang nafsu makan, pada SSP berupa reaksi psikotik, halusinasi, depresi dan kejang, sedangkan reaksi hipersensitivitas dapat berupa eritem dan pruritus.(4)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4.  Kategori D&lt;br /&gt;Yang termasuk kategori ini adalah obat-obatan yang terbukti menimbulkan resiko bagi janin namun khasiatnya melebihi resiko ini.(2) Golongan obat antibiotik   kategori D : &lt;br /&gt;a.  Golongan Tetrasiklin&lt;br /&gt;Golongan tetrasiklin termasuk diantaranya hidroklorida tetrasiklin, oksitetrasiklin dan komplek phospat tetrasiklin. Tetrasiklin merupakan antibiotic berspektrum luas yang bersifat antibiotik bakteriostatik dimana sangat baik digunakan untuk berbagai macam infeksi bakteri yang belum diketahui penyebabnya secara pasti, golongan tetrasiklin efektif untuk Rickettsia, Mycoplasma, Chlamydia, Helicobacter pylori dan Borrelia. (3) . Golongan tetrasiklin terdiri atas :&lt;br /&gt;• Generasi pertama   : klor tetrasiklin merupakan isolasi dari streptomyces, &lt;br /&gt;   aureofaciens, oksitetrasiklin dan demeklosiklin&lt;br /&gt;• Generasi kedua      : minosiklin, metasiklin dan doksisiklin&lt;br /&gt;• Generasi ketiga      : glisisiklin&lt;br /&gt;Tetrasiklin ini biasanya digunakan secara oral, hanya dalam keadaan tertentu diberikan secara parenteral. Tetrasiklin sangat berbahaya sehingga dapat menyebabkan terjadinya supra infeksi, oleh karena itu pemakaiannya harus dengan petunjuk dokter, dosis pemakaian; dewasa secara oral dua kali sehari 300 mg, anak-anak 6 mg/kg berat badan.(8) . Tiga mekanisme terhadap tetrasiklin :&lt;br /&gt;1. Penurunan akumulasi intraseluler berupa pengurangan influx atau peningkatan efflux dari transport aktiv protein pump.&lt;br /&gt;2. Proteksi terhadap protein ribosom.&lt;br /&gt;3. Inaktivasi enzim dari tetrasiklin.&lt;br /&gt;Sekitar 30-80 % tetrasiklin diserap dalam saluran cerna, dosisiklin dan minosiklin diserap lebih dari 90 %. Absorpsi ini sebagian besar berlangsung di lambung dan usus halus bagian atas. (4)  &lt;br /&gt;Peraparat ini dapat menimbulkan perubahan warna pada tunas gigi susu janin yang akan tumbuh., karena itu ada beberapa alternatif pengobatan yang aman. Pengecualian satu satunya mungkin untuk  pengobatan penyakit sifilis maternal pada wanita yang alergi terhadap penisilin dan tindakan desensitisasi untuk tidak praktis. (10)  &lt;br /&gt;Pemberian golongan tetrasiklin pada neonatus dapat mengakibatkan peninggian tekanan intrakranial dan mengakibatkan fontanel menonjol sekalipun obat ini diberikan dalam dosis terapi biasa. Pada keadaan ini tidak ditemukan kelainan pada cairan cerebro spinal (LCS) dan bila terapi dihentikan maka tekanannya akan menurun kembali dengan cepat.(10)&lt;br /&gt;Tetrasiklin terikat pada jaringan tulang yang sedang tumbuh dan membentuk kompleks. Pertumbuhan tulang akan terhambat sementara pada fetus dan anak. Bahaya ini terutama terjadi mulai pertengahan masa hamil sampai anak umur tiga tahun. Pada gigi susu maupun gigi tetap, tetrasiklin dapat menimbulkan disgenesis, perubahan warna permanen dan terjadinya karies.(4)  &lt;br /&gt;Hal ini disebabkan karena tetrasiklin dapat menembus barrier plasenta dan dapat berada pada air susu (ASI). (4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kategori X&lt;br /&gt;Yang termasuk kategori ini adalah obat-obatan yang terbukti membawa resiko terhadap janin dan jelas resikonya melebihi setiap manfaat yang diberikan.(2). Golongan obat antibiotik kategori X : &lt;br /&gt;a.   Isotretinoin&lt;br /&gt;Isotretinoin yaitu salah satu vitamin A berupa asam retinoat yang merupakan hasil oksidasi group alkohol dari retinol. Pemberian dalam dosis kecil tidak akan menunjukkan efek farmakodinamika yang berarti, sebaliknya jika pemberian dosis besar  akan menimbulkan keracunan. Vitamin A diabsorpsi sempurna dalam saluran cerna dan kadarnya  dalam plasma mencapai puncak  setelah 4 jam.  Dosis berlebihan  menimbulkan tertogenisitas berupa malformasi pada SSP, mata, palatum dan saluran kemih. Oleh karena itu  dosis yang berlebih tidak dianjurkan selama kehamilan. Dilaporkan terjadinya deformitas pada bayi yang ibunya mendapat 25000 IU vitamin A pada beberapa bulan pertama kehamilan. Preparat berupa kapsul mengandung 10, 20, 40 mg isotretinoin dosis 0,5-1 mg/kg/hari dibagi 2 dosis, maksimal pemberian 2 mg/kg.(4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel Klasifikasi obat antibakteri menurut FDA (11)&lt;br /&gt;OBAT ANTIBAKTERI KLASIFIKASI FDA&lt;br /&gt;Vitamin prenatal selama kehamilan kategori A&lt;br /&gt;Sulfonamides, Penicillin, Azitromisin, Cephalosporine, Erythromycine, Metronidazole, Rifabutin Kategori B&lt;br /&gt;Amynoglycoside, Aztreonam, Chloroquine, Imipenem, Quinolones, Trimetropime, Vancomycine Kategori C&lt;br /&gt;Tetracycline, doxycycline, minocycline Kategori D&lt;br /&gt;Isotretinoin                          Kategori X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS&lt;br /&gt; Suatu tindakan obstetrik (seperti seksio sesarea, atau pengeluaran plasenta secara manual) dapat meningkatakan resiko seorang ibu terkena infeksi. Resiko ini dapat diturunkan dengan :&lt;br /&gt;• Mengikuti petunjuk pencegahan infeksi yang dianjurkan&lt;br /&gt;• Menyediakan antibiotika profilaksis pada saat tindakan&lt;br /&gt;Antibiotika profilaksis diberikan untuk membantu pencegahan infeksi. Jika seorang ibu dicurigai atau didiagnosis menderita suatu infeksi, pengobatan dengan antibiotika merupakan jalan yang tepat. (11)&lt;br /&gt;Pemberian antibiotika profilaksis 30 menit sebelum memulai suatu tindakan, jika memungkinkan, akan membuat kadar antibiotika dalam darah yang cukup pada saat dilakukan tindakan. Perkecualian untuk hal ini adalah operasi seksio sesarea, dimana antibiotika profilaksis sebaikanya diberikan sewaktu tali pusat dijepit setelah bayi dilahirkan. Satu kali dosis pemberian antibiotika profilaksis sudah mencukupi dan tidak kurang efektif dibandingkan tiga dosis atau pemberian antibiotika selama 24 jam dalam mencegah infeksi. Jika tindakan berlangsung lebih dari 6 jam, atau kehilangan darah mencapai 1500 ml atau lebih, berikan dosis antibiotika profilaksis yang kedua untuk menjaga kadarnya dalam darah selama tindakan berlangsung.(11)&lt;br /&gt;Penggunaan istilah terapi antibiotika yang diajukan oleh Profesor Reber dari Cantonal University Clinic, Basie, Switzerland dalam World Congress on Antiseptic tahun 1976 di Limburg/Lahn, Jerman, dalam upaya Pengendalian Infeksi menyebutkan bahwa : Istilah terapi profilaksis antibiotika, dapat digunakan pada 2 keadaan, yaitu : (11)&lt;br /&gt;1. Antibiotika yang digunakan sebelum terjadinya atau timbulnya gejala-gejala infeksi (prevention of infection) &lt;br /&gt;2. Antibiotik digunakan sebelum mikroorganisme penyebab teridentifikasi (prevention of infection complication). Identifikasi diperoleh melalui pemeriksaan apus,langsung atau biakan. Pencegahan di sini, juga mempunyai unsure terapetik, dalam arti bahwa pengobatan yang dijalankan belum bersifat definitive, tetapi untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat (septicemia atau syok septik).&lt;br /&gt;Terapi definitive antibiotika adalah  pemberian antibiotika rasional, ditujukan langsung terhadap jenis mikroorganisme tertentu yang diidentifikasi  melalui pemeriksaan apus, langsung atau biakan. (12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RANGKUMAN      &lt;br /&gt;Pemberian antibiotika pada kehamilan dan persalinan telah diklasifikasikan oleh Food and Drug Administration (FDA), sehingga jika suatu proses infeksi terjadi pada kehamilan  dan persalinan dapat diberikan antibiotika menurut aturan. Pemberian antibiotika yang tepat dapat memberikan keamanan dan keselamatan bagi ibu dan janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. David K, Philip J, Carl P, Bernand G. High Risk Pregnancy Management Option. 2nd edition. London. 2000.  p620-621.&lt;br /&gt;2. Robert K, Creasy, ND. Maternal-Fetal Medicine. 5th edition. Colombus, Ohio. 2004. p283.&lt;br /&gt;3. Yagiela  JA, Dowd  FJ, Neidle  EA, Pharmacology and Therapeutics For Dentistry. 5th edition.Elsevier Mosbay. 2004. p643-651.&lt;br /&gt;4. Ganiswara SG, Farmakologi dan Terapi, edisi 4, Jakarta,  FK UI, 2003. Hal 24-38.&lt;br /&gt;5. Sastramihardja HS, Buku Pedoman Kuliah Farmakologi Klinik,  FK UNPAD. 2005. Hal36-42.&lt;br /&gt;6. Motta M, Tincani A, Faden D, Zinzin E, Macheni A, Frasssi M, Follow-up of Infant Exposed to Qhloroquine Given to Mother During Prenancy and Lactation. J. perinatol. 20005;25(2):86-9.&lt;br /&gt;7. Arif M, Kuspuji T, Rakhmi S, Wahyu I, Wiwiek S, Kapita Selekta Kedokteran, FK UI, edisi ketiga, 2001, hal. 416.&lt;br /&gt;8. Widjayanti VN, Obat-obatan, Semarang,  2003. Hal 10-13.&lt;br /&gt;9. Katzung B, Basic and Pharmacology, 7th edition. prentice hall international. 20003. p234-236.&lt;br /&gt;10. Cunningham FG, Mac D, Gant NF, Obstetri Williams, edisi 18, Diterjemahkan oleh J.Suyono dan Hartanto,1989, Hal 661-663.&lt;br /&gt;11. Prof.dr.Abdul BS SPOG, George A, Gulardi H, Djoko W, Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Yayasan Bina Pustaka Sarwono  Parwirohardjo. Jakarta, 2002. Hal 595-597.&lt;br /&gt;12. Knneth j, Cunningham, Gant, Alexander J, Bloom S, Casey B, Dashe J, Sheffield  J, Yost N, Manual of Obstetrics. Texas.2001. Chap13, p88.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-7609213622790029863?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/7609213622790029863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=7609213622790029863' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/7609213622790029863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/7609213622790029863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2008/07/terapi-antibiotika-pada-kehamilan-dan.html' title=''/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SMR4V5AVlSI/AAAAAAAAAIU/9JMAP2Otqfc/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-7513439623707515695</id><published>2008-07-01T23:03:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T17:58:11.410-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='medicamentosa'/><title type='text'>gLutatioN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SMR4m07z_FI/AAAAAAAAAIc/GSd54ZV0HJk/s1600-h/tationil2fe6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SMR4m07z_FI/AAAAAAAAAIc/GSd54ZV0HJk/s200/tationil2fe6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243448474605976658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Glutation adalah petida endogen yang berperan sebagai antioksidan dan fungsi metabolic lainnya1. Glutation sendiri tersusun dari asam-asam amino dan dihasilkan dalam setiap sel tubuh. Ia berfungsi sebagai antioksidan yang akan melindungi sel-sel tubuh dan radikal bebas2 dan merupakan salah satu zat yang berfungsi sebagai daya tahan tubuh3. Glutation dihasilkan secara alami oleh tubuh. Semakin tinggi zat yang berbahaya bagi tubuh, semakin besar pula kebutuhan glutation, sehingga kadar glutation merosot3.&lt;br /&gt;Makanan yang dapat meningkatkan kadar glutation tubuh adalah sayuran sebangsa kubis (termasuk brokoli). Selain itu, buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C. Konsumsi vitamin C 500 mg sehari juga bermanfaat untuk mempertahankan glutation tubuh agar tetap tinggi2.&lt;br /&gt;Penelitian di Arizona State University membuktikan, konsumsi vitamin C 500 mg selama dua minggu dapat meningkatkan glutation tubuh sampai 50%, tetapi dosis vitamin C yang lebih tinggi tidak dapat meningkatkan kadar glutation lebih tinggi lagi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Sedangkan buah-buahan dan sayuran yang mengandung glutation relatif tinggi (Dean Jones, dikutip dari Jean Carper, Stop Aging Now, 1995), di antaranya avokat (porsi biasa) 31,3 mg, semangka 28,3 mg, jeruk 14,6 mg, stroberi 11,9 mg, kentang 12,7 mg, tomat 10,9 mg, wortel 5,9 mg, bayam 5,0 mg2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digunakan pada penanganan keracunan sejumlah bahan campuran yang mengandung metal. Glutation sodium juga mempunya kegunaan sama seperti glutation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glutation juga telah di ujicoba untuk penanganan idiopatic pulmonary fibrosis, dan telah digunakan pada kasus seperti penyakit liver, penyakit corneal, eczema, dan untuk meringankan efek dari anti neoplastic therapy seperti neurotoxicity dari cisplastin1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antineoplastic Toxicity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penelitian secara acak tersamar pada 50 pasien yang mendapat terapi cisplastin pada kanker lambung yang ganas, tercatat bahwa glutation secara significan dapat menurunkan insiden kejadian neurophaty yang di kaji dalan satu minggu dari therapy cisplastin secara lengkap. Tidak muncul adanya penurunan aktivitas toksisitasnya4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glutation adalan antioksidan ekstracellular penting dalam paru dan didapatkan dengan konsentrasi tinggi di lapiran cair epithelial paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan glutation dapat meningkatkan terjadinya kerusakan epithelial yang terjadi pada cryptogenic fibrosing alveolitis ( idiopathic pulmonary fibrosis ) dan meningkatkan kerentanan terhadap kejadian infeksi paru pada pasien HIV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian telah menunjukkan keuntungan hasil biochemical dengan glutation yan gdiberikan secara aerosol pada cryptogenic fibrosing alveolitis5. dan pada 14 pasien HIV seropositif6. tetapi tidak ada efek klinik yang didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan pada skin whitening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir – akhir ini glutation banyak digunakan sebagai skin whitening. Yang sering digunakan dalam klinis yang sering diberikan kepada klien adalah tationil yang isinya adalah glutation. Efek skin whitening yang diharapkan merupakan efek samping dari anti oxidant yang terkandung didalamnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glutation dalam penggunaan secara klinik digunakan sebagai pengobatan pada kasus sirosis hepatic dengan cara memperbaiki fungsi hepar, tetapi pada orang tanpa gangguan hepar glutation dapat meningkatkan kerja hepar sehingga meningkatkan kenerja hemoglobin dalam mengangkut oxygen, sehingga menyebabkan kulit kelihatan lebih kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;skin whitening dapat kelihatan hasilnya setelah penggunaan 8 x ( seminggu dilakukan suntikan 2 x )7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Review :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lomaestro BM, Malone M. Glutathione in healit ans desease: pharmacotherapeutic issues. Ann pharmacothen 1995 ; 29 : 1263 – 73.&lt;br /&gt;2. www.depkes.go.id&lt;br /&gt;3. www.keluargasehat.com&lt;br /&gt;4. Cascine S. et al Neuroprotective effect of reduced glutathione on cisplatin based chemotherapy in advanced gastric cancer : a randomized dauble – blind placebo – controllec trial : jelin oncol 1995 ; 13 : 26 – 32.&lt;br /&gt;5. Borok 2, et al. effect of glutathione aerosol n oxidant – antiocidant in balance in idiopathic pulmonary fibrosis : lancet 1991 : 338 : 215 – 16&lt;br /&gt;6. Holroyd Kj. Et al. Correction of glutathione deficiency in the lower respiratory tract of HIV. Seropositive Individual by glutathione aerosol treatment. Thorax 1993 : 48 : 985 - 9&lt;br /&gt;7. Unregmedicine.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-7513439623707515695?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/7513439623707515695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=7513439623707515695' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/7513439623707515695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/7513439623707515695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2008/07/glutation.html' title='gLutatioN'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SMR4m07z_FI/AAAAAAAAAIc/GSd54ZV0HJk/s72-c/tationil2fe6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-153424248469281077</id><published>2008-07-01T20:20:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T23:12:24.996-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspiration'/><title type='text'>Pandanglah Hari Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_s8oodKgYYxc/SGsARCUr6jI/AAAAAAAAAGw/jI0vPJ-C71k/s1600-h/penantian+tak+berujung.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp0.blogger.com/_s8oodKgYYxc/SGsARCUr6jI/AAAAAAAAAGw/jI0vPJ-C71k/s200/penantian+tak+berujung.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218264885920262706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pandanglah hari ini, &lt;br/&gt;Sebab inilah hidup..&lt;br/&gt;Hidup yang benar-benar hidup&lt;br/&gt;Dalam jangkanya yang singkat ini&lt;br/&gt;Terletak semua kebenaran dan kenyataan eksistensimu &lt;br/&gt;Kemuliaan perbuatanmu&lt;br/&gt;Kemegahan karyamu&lt;br/&gt;Sebab kemarin hanyalah mimpi&lt;br/&gt;Dan besok hanyalah bayangan&lt;br/&gt;Tapi hari ini sungguh ada dan membuat&lt;br/&gt;Kemarin jadi mimpi bahagia &lt;br/&gt;Dan besok jadi bayangan pengharapan&lt;br/&gt;oleh karena itu :&lt;br/&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pandanglah hari ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-153424248469281077?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/153424248469281077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=153424248469281077' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/153424248469281077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/153424248469281077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2008/07/pandanglah-hari-ini.html' title='&lt;strong&gt;Pandanglah Hari Ini&lt;/strong&gt;'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_s8oodKgYYxc/SGsARCUr6jI/AAAAAAAAAGw/jI0vPJ-C71k/s72-c/penantian+tak+berujung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-2795301814262924056</id><published>2008-07-01T20:00:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T23:25:40.268-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='books'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspiration'/><title type='text'>dAre to cHanGe</title><content type='html'>&lt;br/&gt;&lt;i&gt;"Perubahan Bukanlah PerubahanSampaiTerjadi Suatu Perubahan"&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;Perubahan akan selalu terjadi dalam hidup, karena dunia ini memang dicipta oleh Penciptanya memang  diiringi dengan  sifatnya yang begitu dinamis,  trus berubah.  dan yang tidak  pernah berubah adalah Perubahan itu sendiri..&lt;br/&gt;namun, nyatanya..&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; kita terlalu santai dengan kondisi kita yang sudah melekat erat dengan rasa nyaman.. nyaman untuk tetap dalam zona nyaman kita.&lt;br/&gt;seseorang yang sudah terlalu menikmati kehidupannya, akan sangat sukar melepaskan kenyamanannya meskipun dirinya tahu ada sesuatu yang lebih di depannya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, Kita terlalu takut akan perubahan itu sendiri. &lt;br/&gt;dalam perjalanannya, perubahan memang bukan sesuatu yang instan dan perlu waktu. Akan banyak didapat 'kerikil' sampai bongkahan batu besar yang menyurutkan langkah kita.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;dan, &lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br/&gt;Perubahan merupakan sumber konflik baru.&lt;br/&gt;yang namanya perubahan pasti berhubungan dengan sesuatu yang berbeda. Ada menjadi tiada, dan dari tiada menjadi ada. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;seorang sahabat, Ali bin Abi Thalib pernah berkata :&lt;br/&gt;"Jika engkau takut menghadapi sesuatu, maka masuklah ke dalam ketakutan itu. Karena sesungguhnya untuk menghadapi ketakutan itu lebih menakutkan daripada sesuatu yang ditakuti itu sendiri"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-2795301814262924056?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/2795301814262924056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=2795301814262924056' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/2795301814262924056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/2795301814262924056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2008/07/dare-2-change-perubahan-bukanlah.html' title='&lt;strong&gt;dAre to cHanGe&lt;/strong&gt;'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-3450416585424428250</id><published>2008-06-20T07:48:00.000-07:00</published><updated>2009-12-29T06:06:32.752-08:00</updated><title type='text'>LINK EXCHANGE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;                  YUK, KITA TUKER LINK BUAT TINGKATIN TRAFFIC BLOG KITA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;LINK &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold; font-family: courier new; color: rgb(0, 153, 0);" href="http://senseheal.blogspot.com/"&gt;SENSEHEAL&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Untuk Tukar Link Copy kode di bawah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 161px; height: 47px;" src="http://i596.photobucket.com/albums/tt44/indrapee/Screenshot-1.png?t=1246545060" feat="directlink /" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;textarea rows="6" cols="20" name="code"&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://senseheal.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;br/&gt;&lt;img src="http://i596.photobucket.com/albums/tt44/indrapee/Screenshot-1.png?t=1246545060" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link-link yang sudah melakukan "transaksi" pertukaran link dengan &lt;a href="http://senseheal.blogspot.com/"&gt;senseheal&lt;/a&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://dyagnoz.info/" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="Welcome to DYAGNOZ.INFO, Medical Library Online" src="http://dyagnoz.info/wp-content/uploads/2009/06/dyagnoz.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://epg-studio.blogspot.com/" target="new"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_1j80TgNqd_8/SaESR56aNhI/AAAAAAAAAnY/3YSBhu-aHLU/S220/LOGO+EPG+1.jpg" width="180" border="0" height="50" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pras2009.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://dc146.4shared.com/img/112879659/bbf68440/cooltext.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pras2009.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://dc153.4shared.com/img/130113588/6951269a/logo_pras2009.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a href="http://primary-survey.blogspot.com" / target="_blank"&gt;primary survey&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-3450416585424428250?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/3450416585424428250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=3450416585424428250' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/3450416585424428250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/3450416585424428250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/07/link-exchange.html' title='LINK EXCHANGE'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1j80TgNqd_8/SaESR56aNhI/AAAAAAAAAnY/3YSBhu-aHLU/s72-c/LOGO+EPG+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-3722107634622691555</id><published>2008-06-19T03:55:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T07:28:47.725-07:00</updated><title type='text'>KLINIK KONSULTASI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Halaman ini memang didedikasikan sebagai sarana &lt;a href="http://senseheal.blogspot.com/2008/06/fsdfsaf.html"&gt;berkonsultasi&lt;/a&gt; tentang masalah kesehatan. Baik anda yang mencoba mendapatkan informasi tambahan maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;second opinion&lt;/span&gt; atas penyakit yang anda alami atau rekan-rekan sejawat dokter maupun adik-adik yang tengah menjalani program pendidikan di Fakultas kedokteran maupun pendidikan kesehatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali dengan semua keterbatasan, Saya bisa sedikit membantu permasalahan Anda.&lt;br /&gt;Caranya, kirimkan email anda ke&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;indrapee.senseheal@blogger.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;Pertanyaan 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;cite&gt;&lt;a href="http://epg-studio.blogspot.com/2009/06/stop-dreaming-start-action.html"&gt;epg&lt;/a&gt;&lt;/cite&gt; :     &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;minta saran tentang penyakit buerger&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban  :&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Sebelumnya saya ingin sedikit me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;rewiew&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; sedikit informasi tentang Buerger's Disease. Penyakit Buerger merupakan suatu peradangan pada pembuluh darah arteri dan vena serta saraf pada tungkai yang menyebabkan gangguan aliran darah. Jika tidak diobati dapat menyebabkan gangren pada daerah yang dipengaruhinya. Penyakit Buerger dikenal juga sebagai tromboangitis obliteran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Penyebab penyakit ini belum diketahui secara jelas. Penyakit ini sering diderita pria dewasa muda hingga usia pertengahan (20-40 tahun) terutama perokok berat. Penyakit ini jarang ditemukan pada bukan perokok, oleh sebab itu merokok merupakan suatu faktor penyebab timbulnya penyakit ini. Kira-kira 40% penderita memiliki riwayat peradangan pembuluh vena (flebitis) yang berperan penting dalam perkembangan penyakit Buerger. Penyakit ini terutama terjadi pada tungkai, tetapi dapat terjadi pada lengan. Gejala awal berupa menurunnya aliran darah (iskemia pada arteri) serta peradangan pembuluh darah superfisial (di bawah permukaan kulit). Gejala utama adalah rasa sakit pada daerah yang dipengaruhinya. Timbulnya penyakit ini secara perlahan-lahan dan pertamakali timbul pada tungkai dan lengan. Peradangan terjadi pada arteri dan vena berukuran sedang dan kecil di permukaan tubuh. Pada kasus yang lebih lanjut, pembuluh darah pada bagian lain tubuh dapat juga dipengaruhi. Terjadi penurunan aliran darah secara progresif pada daerah yang dipengaruhi. Denyut nadi pada tungkai sangat lemah atau tidak teraba. Aliran darah yang sangat berkurang dapat menyebabkan gangren yaitu matinya jaringan tubuh akibat aliran darah yang sangat terbatas. Penderita mengeluh rasa dingin pada ujung-ujung lengan yang mirip dengan gejala penyakit Raynaud. Pada keadaan ini, warna kulit lengan berubah warna menjadi putih, biru dan merah jika terpapar dengan udara dingin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Saya sangat prihatin&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://epg-studio.blogspot.com/2009/04/burger-dissies-akibat-dari-rokok.html"&gt; melihat&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; keadaan anda, semoga dapat tetap sabar dan dapat terus berkarya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Hal pertama sudah anda lakukan dan memang wajib hukumnya untuk siapapun yang menderita penyakit ini adalah dengan benar-benar stop merokok. Karena walaupun hanya satu batang atau dua batang anda merokok, akan menyebabkan proses penyakit berjalan progresif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Hal lain yang perlu anda lakukan adalah  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;1.&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;unakan selalu sepatu yang melindungi kaki dari trauma fisik, suhu, maupun bahan kimia&lt;br /&gt;2.&lt;span style="font-size:130%;"&gt;S&lt;/span&gt;egera obati jika terdapat luka sekecil apapun sebelum terjadi infeksi yang makin meluas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;H&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;indari cuaca dingin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;H&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;indari konsumsi obat-obatan sembarangan yang bisa menyebabkan menyempitnya pembuluh darah (inilah perlunya anda selalu berkonsultasi dengan dokter pribadi yang selama ini sudah mengetahui riwayat penyakit Bapak)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;slm,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-3722107634622691555?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/3722107634622691555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=3722107634622691555' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/3722107634622691555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/3722107634622691555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2008/06/fsdfsaf.html' title='&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;KLINIK KONSULTASI&lt;/div&gt;'/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-431393372300340350.post-252657785442461638</id><published>2008-03-02T08:15:00.000-08:00</published><updated>2009-11-28T03:49:59.926-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;Tentang &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://senseheal.blogspot.com/"&gt;Blog&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog ini ditulis sebagai sarana pengingat hal-hal berhubungan dengan dunia kesehatan dan kedokteran. Didedikasikan untuk penulis sendiri yang sangat pelupa dan  semoga bermanfaat untuk rekan-rekan sejawat atau mahasiswa bidang kesehatan yang memerlukan coretan-coretan didalamnya baik sebagai referensi makalah maupun persis sebagai pengingat saat kita lupa secara detail tentang suatu topik. karena kita sangat mengetahui bahwa keterbatasan informasi dibidang kesehatan terutama referensi lokal telah banyak membuat kerepotan-kerepotan baru yang seharusnya gak ada saat kita membutuhkan informasi tentang suatu hal, dunia kesehatan utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:courier new;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tentang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penulis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko Indra Pradono lahir disebuah kampung disudut barat pulau jawa, Cilegon, tepat pada pukul 16.00 WIB tanggal 26 November 1983.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Eko kecil adalah seorang anak yang hampir menurut orangtuaku bilang "gak nyangka akan menjadi sebaik ini sekarang" (:p) karena dulu aku termasuk anak yang cukup keras kepala seperti kebanyakan anak-anak lain yang selalu ingin semua keinginannya terpenuhi. Aku pernah melempar sebuah batu bata ukuran penuh tepat mengenai kaca jendela rumahku gara-gara gak dibeliin petasan ma orangtua, dikejar-kejar ayah jam 6 sore karena gak mau mandi, dan diseret ibu dari rumah sampai sekolah karena malas sekolah (Hehe parah juga ya..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuh dilingkungan perkampungan yang menjunjung tinggi sopan santun, agama, dan tradisi yang mendarah daging membuat aku banyak belajar bahwa hidup memang didedikasikan bukan untuk 'diri' sendiri. Tapi untuk oranglain yang lebih membutuhkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali pendidikan resmi di SDN Kubangsari 1 Ciwandan-Cilegon, kemudian melanjutkan ke SLTPN I CILEGON dan SMUN I SERANG. Hampir tidak banyak prestasi yang diraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah terpikirkan dapat melanjutkan pendidikan ke fakultas Kedokteran di sebuah Universitas Swasta di Kota Kembang Bandung (Universitas Jenderal Achmad Yani) pada tahun 2001 dan menyelesaikan studi di akhir tahun 2008.&lt;br /&gt;Ketertarikannya pada isu-isu yang berkembang saat itu mendorong untuk andil berpartisipasi walau sekecil apapun  eksis dalam organisasi-oraganisasi kemahasiswaan seperti :&lt;br /&gt;- Badan Eksekutif Mahasiswa FK Unjani&lt;br /&gt;- Majelis Permusyawaratan Mahasiswa FK Unjani&lt;br /&gt;- Merpati Putih UNJANI&lt;br /&gt;- Korps Suka Rela-PMI Unit UNJANI&lt;br /&gt;- Jaringan Mahasiswa Kesehatan Indonesia (JMKI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini mengabdikan diri di sebuah Rumah Sakit Pemerintah, &lt;a style="color: rgb(255, 102, 102); font-weight: bold;" href="http://rsud-cilegon.com/?page=home"&gt;RSUD Cilegon&lt;/a&gt; tepatnya, dan &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;" href="http://rsiakurnia.wordpress.com/"&gt;RSIA Kurnia&lt;/a&gt; Cilegon. Menghabiskan hari demi hari untuk dapat lebih banyak melakukan sesuatu untuk orang lain, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak bermanfaat untuk orang lain, doakan aku sobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hobi, &lt;a href="http://doktercho.multiply.com/"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;fotografi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; salah satu cabang hobi yang aku gemari. Karena ternyata begitu dahsyat daya tarik sebuah gambar yang diwakili sebuah foto. Satu foto dapat menggambarkan sejuta makna. Satu foto dapat membangkitkan sejuta memori di masa lalu. Dan foto sangat mewakili tentang apapun keindahan yang telah dicipta-Nya, baik mahluk yang bisa bergerak maupun alam yang dalam diamnya mambawa pesan keindahan kepada kita betapa Maha Agungnya sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;jika anda merasa yang telah anda baca memberikan kontribusi terhadap apapun dalam diri anda.. give the comment, dont be embarrased&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/431393372300340350-252657785442461638?l=senseheal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senseheal.blogspot.com/feeds/252657785442461638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=431393372300340350&amp;postID=252657785442461638' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/252657785442461638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/431393372300340350/posts/default/252657785442461638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senseheal.blogspot.com/2009/07/about-me.html' title=''/><author><name>Eko Indra P.,dr.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03300443808789346150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_s8oodKgYYxc/SiK3fKkrd0I/AAAAAAAAAiY/ndzHg9Dj3T4/S220/50x50.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
